Pemkot Makassar Merugi karena Asetnya Dikuasai Pihak Ketiga, Apa yang Salah?

Rabu, 24 Maret 2021 16:00

Kasrudi

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR — Sejumlah aset pemerintah Kota Makassar yang dikuasai oleh pihak ketiga semisal Ruko Pasar Sentral disebut-sebut mengalami kerugian yang cukup besar.

Khusus untuk Ruko Pasar Sentral, Wali Kota Makassar, Mohammad Ramdhan Pomanto menaksir kerugian mencapai Rp1,6 triliun. Belum lagi dengan aset yang lain yang dikuasai pihak ketiga.

Anggota Komisi A DPRD Makassar, Kasrudi tak menampik bahwa ada sebagian besar aset pemerintah yang dinilai bermasalah. Ia mengingatkan kepada instansi terkait, agar segera membuat alas hak yang berpotensi diserobot pihak ketiga.

“Harus ada skala prioritas sekarang yang mana dianggap berpotensi untuk dimiliki pihak ketiga itu dijadikan cepat alas haknya cepat dibuat sertifikatnya, jangan dibiarkan terbengkalai,” tegas Kasrudi, Rabu (24/3/2021).

Politisi Gerindra itu juga meminta Dinas Pertanahan segera menyiapkan anggaran pembuatan sertifikat terhadap aset milik pemerintah kota Makassar. Jika tidak, maka hal yang serupa berpotensi kembali terulang.

“Supaya tidak ada lagi kejadian seperti ini, karena kita memang dikalah karena alas hak. Supaya kita tidak dikalah lagi kalau asetkan, tidak mungkin lah kita sertifikatkan semua langsung paling tidak ada skala prioritas,” katanya.

Sebelumnya, Danny Pomanto menyebut ada campur tangan orang dalam pemerintahan guna memuluskan aset pemerintah yang dikuasai pihak ketiga.

“Yang jelas ada permainan orang dalam, pasti. Tidak mungkin dia berani tanpa orang dalam,” kata Danny, Senin (22/3/2021) kemarin.

Menyoal kasus Ruko di Pasar Sentral, Danny mengaku menemukan sendiri kasus tersebut. “Mestinya dari Kabag Hukum informasinya,” kata Danny.

Sebab itu, Danny akan melakukan evaluasi terhadap seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) yang tidak memiliki komitmen untuk menyelamatkan aset pemerintah kota. Ia menyebut tak mungkin bersama-sama dengan ASN semacam itu.

“Cuek dengan tugas kemudian tidak bertanggung jawab terhadap kehilangan aset dan merasa bukan urusannya. Saya tidak mungkin pakai orang seperti itu,” kuncinya. (endra/fajar)

Bagikan berita ini:
5
1
1
Tetap terhubung dengan kami:

Komentar