Berpotensi Ricuh, 27.900 Warga Miskin Makassar Merana Tak Lagi Terima Bansos

Kamis, 25 Maret 2021 16:19

Ilustrasi Bansos. FOTO: FAISAL R. SYAM / FAJAR INDONESIA NETWORK

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR — Merujuk dari instruksi Setting Wallet Kelompok Penerima Manfaat (KPM) Program Sembako Maret 2021 dari Pusat Informasi dan Komunikasi Kementerian Sosial, KPM di Kota Makassar yang menerima bantuan hanya sebesar 11.025 dengan anggaran Rp2.205 milliar.

Itu artinya, sebanyak 27.900 KPM bansos terancam gagal terima bantuan dari Kemensos. Padahal jumlah yang diajukan pada Februari lalu lebih tinggi yaitu sebesar 39.000 lebih.

Ketua Komisi D Bidang Kesejahteraan Rakyat DPRD Kota Makassar Abdul Wahab Tahir mempertanyakan menurunnya jumlah penerima tersebut.

Pasalnya 39.000 KPM tersebut telah melalui kajian jumlah penerima ideal di Kota Makassar.

“Masyarakat penerima manfaat ini berkurang dari 39.000 Per Februari menjadi 11.025 di Maret. Berarti ada sekitar 27.900 orang yang tidak terima,” sorot Wahab saat dihubungi, Kamis (25/3/2021).

Kata dia jika jumlah tersebut dihitung berdasarkan KK atau minimal penerima satu KK sebesar 3 orang maka ada sekitar 70.000 orang lebih yang berpotensi tidak bisa menikmati bantuan pemerintah pusat tersebut.

Hal ini yang menimbulkan pertanyaan besar bahwa pengurangan PMK tersebut sangat tidak masuk akal, pasalnya jumlah 27.900 PMK bukanlah jumlah yang sedikit.

“Kalau berkurang 1.000 mungkin bisa diterima, tapi ini berkurangnya 27.000 orang, coba bayangkan sudah antri lama tiba-tiba dia bilang nama anda tidak ada di sini, itu bagaimana, wah ini malu orang,” keluhnya.

Apalagi dalam waktu dekat masyarakat akan memasuki bulan Ramadhan, dimana kebutuhan bahan pokok sangat diperlukan.

Dengan kenyataan ini, Wahab khawatir akan menimbulkan gejolak dan kecemburuan sosial di Kota Makassar.

“Ini berpotensi menimbulkan masalah besar di Makassar,” gumam politisi senior Partai Golkar itu.

Wahab mengatakan akan memanggil Dinas terkait untuk membahas secara internal persoalan tersebut sore ini. Dia juga meminta agar persoalan ini bisa lebih awal disampaikan ke publik agar tidak terjadi kekagetan dan kehebohan di masyarakat.

Wahab juga memastikan jika jumlah tersebut sesuai yang dilaporkan maka dirinya akan memastikan pemerintah merefocusing anggarannya untuk menutupi sisa penerima yang diajukan.

“Yang jelas kita akan pastikan Pemkot merefocusing anggaran Makassar Recover-nya untuk menutupi jumlah bantuan tersebut,” pungkasnya.

Wali Kota Makassar Mohammad Ramdhan Pomanto sebelumnya mengaku kecewa dengan kenyataan itu. Ia akan berupaya mendapat bantuan lain ke pemerintah pusat. Sebab dampak Covid-19 benar-benar menghancurkan perekonomian warga. Ini yang menjadi perhatian Pemkot Makassar.

“Saya akan usahakan mendapat ke pusat, masyarakat perlu tahu ada kehancuran birokrat sebelumnya. ini fatal,” tegas Danny. (endra/fajar)

Bagikan berita ini:
3
8
1
Tetap terhubung dengan kami:

Komentar