Jadi Saksi Kasus Bansos, KPK Minta Effendi Gazali Bawa Rekening Perusahaan

  • Bagikan

FAJAR.CO.ID, JAKARTA – Pakar Komunikasi Politik Effendi Gazali memenuhi pemanggilan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Ia akan diperiksa sebagai saksi dalam kasus dugaan suap pengadaan bansos Covid-19 untuk wilayah Jabodebatek tahun 2020.

Effendi yang dimintai keterangan sebagai saksi untuk tersangka sekaligus pejabat pembuat komitmen (PPK) Kemensos Matheus Joko Santoso itu mengaku baru mengetahui dirinya akan diperiksa dalam kasus ini pada Rabu (24/3/2021) malam.

“Mengenai pemanggilan saya, saya dapat panggilannya tadi malam jam 19.41 WIB, melalui WhatsApp. Jadi, saya sampai sekarang belum terima surat panggilan secara resminya. Belum ada,” ujar Effendi di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Kamis (25/3).

Ia mengaku tak mempermasalahkan panggilan yang dilayangkan penyidik meski hanya melalui aplikasi perpesanan itu. Ia menyatakan dirinya patuh pada proses hukum.

Meski begitu, dirinya mengaku diminta tim penyidik KPK untuk membawa rekening perusahaan. Permintaan membawa rekening tersebut tertuang dalam surat panggilan.

“Pertanyaan yang menarik adalah, surat panggilan KPK itu isinya harap membawa rekening perusahaan sejak 1 Januari 2020 dan PO, bansos Kemensos. Saya ambil rekening siapa? Dari perusahaan mana?,” kata dia.

Effendi pun meminta tim penyidik KPK untuk mengkronfontasinya dengan pemilik perusahaan yang disebut dalam surat panggilan. Apalagi, disebutkan jika Effendi mendapatkan pengerjaan proyek bansos melalui perusahaan tersebut.

“Mengenai ada PT atau CV itu saya katakan saya tidak kenal. Dan lebih gampangnya, panggil saja PT atau CV-nya. Panggil dan konfrontasi ke saya apakah dia memang dapat ke situ, kapan dikasih, dan kemudian apa urusan dengan saya,” kata dia.

Dapatkan berita terupdate dari FAJAR di:
  • Bagikan