Ditahan Setelah 5 Tahun Tersangka, RJ Lino: Saya Senang Sekali

Jumat, 26 Maret 2021 18:29

Mantan Direktur Utama (Dirut) PT. Pelindo II Ricard Joost (RJ) Lino resmi ditahan KPK, Jumat (26/3). (Istimewa)

FAJAR.CO.ID, JAKARTA– Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) secara resmi telah menahan mantan Direktur Utama (Dirut) PT. Pelindo II Ricard Joost (RJ) Lino dalam kasus dugaan korupsi proyek pengadaan tiga unit quay container crane (QCC) di Pelindo II tahun 2010. Penahanan terhadap mantan petinggi Pelindo II itu dilakukan setelah lima tahun menyandang status tersangka, sejak Desember 2015.

RJ Lino yang terlihat memakai rompi oranye keluar gedung merah putih KPK. Dia merasa lega mengenai status hukumnya yang kini sudah menjadi tahanan KPK.

“Saya senang sekali setelah lima tahun menunggu ya. Dimana saya diperiksa tiga kali, sebenarnya nggak ada artinya apa-apa pemeriksaan itu. Hari ini saya ditahan. Jadi supaya jelas statusnya ya,” kata RJ Lino usai menjalani pemeriksaan di Gedung Merah Putih KPK, Jalan Kuningan Persada, Jakarta Selatan, Jumat (26/3).

Lino merasa heran dirinya dinilai merugikan keuangan negara senilai USD 22,828,94. Dia mengklaim, tidak mengetahui soal urusan pemeliharaan crane yang disangkakan KPK.

“Kemudian tadi kalian dengan BPK kasih kerugian negara USD 22 ribu untuk pemeliharaan, saya mau tanya ya. Apa Dirut urusannya maintenance, enggak lah. Perusahaan itu perusahaan gede, prosedural bukan Dirut USD 22 ribu, itu Rp 300 juta dibagi 6 tahun, 50 juta setahun, dibagi tiga crane, 16 juta 1 crane dibagi 365 hari, Rp 40 ribu perhari. Alat itu kalau kalian ke lapangan sudah 10 tahun, availabelity itu 95 persen ini istimewa sekali,” cetus Lino.

Komentar