Penerima Bansos Menurun Drastis, Dinsos Makassar Fokus Perbaiki Database

Jumat, 26 Maret 2021 10:31

Ilustrasi-- Nurkanita Kahfi, saat membagikan makanan ke warga miskin.

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR — Masyarakat penerima bansos di Kota Makassar menurun drastis di tahun 2021. Hanya lebih 11 ribu orang, dari sebelumnya 45 ribu orang.

Hal itu membuat Wali Kota Makassar, Moh Ramdhan ‘Danny’ Pomanto geram. Sebab menurutnya, banyak masyarakat kurang mampu yang tidak lagi mendapat hak mereka.

Atas dasar itu, Plt Kepala Dissos Kota Makassar, Asvira Anwar menyebut saat ini setelah dirinya diamanahkan oleh Wali Kota untuk fokus memperbaiki dan pembaharuan Nomor Induk Kependudukan (NIK)

Asvira tidak menampik terjadi beberapa kasus di Dinsos Makassar di pimpinan sebelumnya. Terutama pada penyaluran Bantuan Sosial (Bansos) ke masyarakat

“Baru berapa hari saya diamanahkan di Dinsos dan kami diminta melakukan pengkinian data masyarakat miskin setiap saat. Dan perbaikan ini berkelanjutan. Dan itulah hasilnya,” ungkapnya, Jumat (26/3/2021).

Sebelum melaporkan hasil terjadinya penurunan jumlah data penerima manfaat, Asvira menyebut banyak kendala yang dihadapi dalam memverifikasi data invalid. Salah satunya terkait akses untuk menginput data

Sehingga data warga penerima manfaat yang diungkapkan oleh Danny Pomanto sebanyak 11.025 merupakan data salur bulan maret tahap pertama.

“Itu berdasarkan perbaikan NIK pertama sebelum periode 21 maret 2021. Kami pun senantiasa selalu menunggu petunjuk dan arahan terbaru dari Bapak Wali Kota Makassar,” pungkasnya.

Sementara, Danny Pomanto menegaskan, bahwa dirinya bersama Wakil Wali Kota Makassar Fatmawati Rusdi akan melakukan koreksi terhadap data asal-asalan tersebut.

Ia bersama Fatmawati Rusdi meminta maaf kepada seluruh masyarakat, khususnya warga penerima manfaat atas adanya kesalahan data tersebut.

Meskipun, pada saat penginputan data itu, dirinya bersama Fatmawati Rusdi belum menjabat sebagai kepala pemerintahan di Makassar.

“Saya dan ibu Fatma memohon maaf kepada seluruh masyarakat penerima manfaat yang berkurang hingga 35 ribu orang, meskipun kejadian itu kami belum menjabat, tetapi kami wajib meminta maaf,” terangnya. (ikbal/fajar)

Bagikan berita ini:
5
6
3
Tetap terhubung dengan kami:

Komentar