Larangan Mudik, Pelaku Usaha Kecewa

Sabtu, 27 Maret 2021 12:23

Ilustrasi. Penumpang memasuki KA di Stasiun Pasar Senen, Jakarta. (HANUNG HAMBARA/JAWA POS)

FAJAR.CO.ID, JAKARTA — Momentum pelaku usaha perhotelan dan restoran untuk mendapatkan okupansi saat libur Lebaran terancam sirna. Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) menyebut kebijakan pelarangan mudik makin memperdalam penurunan minat masyarakat untuk melakukan pemesanan hotel setelah sebelumnya ada kebijakan pemotongan cuti.

”Tentu kami kecewa. Kalau bicara domestic travel, itu kan memang target season-nya ada tiga, yaitu tahun baru, mudik Lebaran, dan liburan sekolah,” ujar Sekretaris Jenderal PHRI Maulana Yusran kepada Jawa Pos, Jumat (26/3). Tiga momen itu yang bisa dimaksimalkan pelaku usaha.

Mengenai potensi terjadinya pembatalan atau cancelation dari calon konsumen, Maulana mengatakan bahwa saat ini pola pemesanan sudah berbeda. ”Kami nggak bisa bicara soal pembatalan reservasi sekarang ini. Tren konsumen sekarang adalah last minute reservation. Karena pemerintah sendiri kebijakannya selalu berubah-ubah,” papar Alan, sapaan akrab Maulana.

Konsumen cenderung tidak mem-booking jauh-jauh hari, menurut Alan, karena mereka ”kapok” dengan kebijakan pemerintah yang tidak konsisten. Pola tersebut bermula sejak 2020 ketika pemerintah mengeluarkan pemberitahuan bahwa libur Lebaran dipindah ke Desember.

”Wisatawan yang sudah melakukan pemesanan jauh-jauh hari untuk mudik Lebaran 2020 akhirnya mengubah planing untuk berlibur ke akhir tahun. Namun, pada kenyataannya, last minute diubah lagi oleh pemerintah. Akhirnya saat itu banyak sekali cancelation,” bebernya.

Komentar


VIDEO TERKINI