Minim Pemasukan, Nasib Dua Perusda di Ujung Tanduk

Sabtu, 27 Maret 2021 22:00

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR — PD Terminal dan Rumah Potong Hewan terancam bubar. Pasalnya, dua Perusda tersebut dianggap jalan di tempat, tidak berkembang serta minim pemasukan.

Legislator Makassar, Nurul Hidayat menilai, dua Perusda tersebut sulit bertahan di tengah minimnya pemasukan. Apalagi keduanya tidak menyetorkan devidennya ke Pemkot Makassar.

“Jadi kita pesimis nasibnya. Mereka tidak pernah setor deviden, targetnya tidak pernah tercapai, nol-nol terus ke pemerintah kota, minta terus subsidi-subsidi,” ujar Anggota Komisi bidang keuangan itu, Sabtu (27/3/2021).

Lebih lanjut, kata Nurul, keduanya bakal didorong menjadi Perseroda seperti halnya Perusda Parkir Makassar Raya, Pasar Makassar Raya dan Bank Perkreditan Rakyat yang nasibnya dianggap masih bisa diperhitungkan.

“PD Teminal Makassar Metro misalnya yang beberapa asetnya tidak bisa dikelola penuh karena masih dipegang oleh swasta. Setelah selesai pun aset tersebut terancam akan dialihkan ke Provinsi,” paparnya.

Legislator Golkar itu mengatakan, kondisi yang sama tak berbeda jauh dengan PD Rumah Potong Hewan yang asetnya tidak terurus dan terancam dikelola oleh Dinas Peternakan dan Perikanan (DP2) Kota Makassar.

Hal senada juga diutarakan Ketua Komisi B, William Laurn. Politisi PDI Perjuangan itu tidak berharap banyak terhadap kedua Perusda tersebut. Hanya, dirinya masih ingin memantau perkembangan ke depannya.

“Ini menjadi tanda tanya juga karena harusnya sudah berubah. Yang beralih ini yang bisa kita lihat cuma tiga, jadi ini nanti jadi UPTD saja, dia masih banyak kasus seperti asetnya, yang masih tarik ulur penyerahan asetnya, jadi ini sebenarnya sudah jadi raport merah pemerintah,” kata William.

Bagikan:

Komentar