OPM Sebar Berita Tembak Mati 5 TNI, Pangdam Cenderawasih Langsung Bereaksi

Sabtu, 27 Maret 2021 12:34

Ilustrasi - Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) Papua. Foto: Penerangan Kogabwilhan III

FAJAR.CO.ID, PAPUA – Organisasi Papua Merdeka (OPM) kembali menyebarkan hoax. Mereka mengkalim menembak mati 5 prajurit TNI.

OPM menyebut pihaknya menembak mati lima prajurit TNI di sekitar Sungai Bomid, Kabupaten Nduga, Papua pada Selasa (23/3).

Menanggapi klaim tersebut, Pangdam XVII/Cenderawasih Mayjen TNI Ignatius Yogo Triyono langsung bereaksi.

Dia memastikan kabar yang beredar di medsos menyebut prajurit TNI AD tewas dalam kontak tembak dengan kelompok kriminal bersenjata (KKB) dari OPM di Nduga tidak benar alias hoaks.

“Tidak ada prajurit TNI termasuk dari Yonif 700/WYC yang terluka atau tewas di Nduga seperti beredar di media sosial. Itu hoaks,” tegas Mayjen Ignatius di Jayapura, Kamis (25/3).

Menurut Ignatius, KKB sengaja membuat berita hoaks untuk menyudutkan pemerintah dan aparat keamanan (TNI-Polri).

KKB, menurut Ignatius, sengaja memutarbalikkan fakta di lapangan dengan menyebar berita bohong.

Kepala Penerangan Kogabwilhan III Kolonel Czi IGN Suriastawa pada awal Maret lalu, mengungkap secara garis besar KKB mempunyai tiga sayap gerakan. Yakni sayap politik, klandestin, dan bersenjata.

“Tiga sayap gerakan ini memanfaatkan medsos untuk saling berkomunikasi, merencanakan aksi dan menyebarkan berita bohong untuk membentuk opini buruk tentang pemerintah Indonesia termasuk TNI-Polri terkait masalah Papua melalui berbagai platform medsos,” ujar Suriastawa.

Menurut Suriastawa, KKB menghembuskan berita hoaks di media sosial sebagai trik untuk menciptakan opini bahwa Papua selalu dalam kondisi mencekam. Hal ini sudah berulang kali terjadi.

Komentar