Posisi Wagub Sulsel Jadi Rebutan? Ini Kata Pengamat

Sabtu, 27 Maret 2021 21:07

ILUSTRASI. Gubernur Sulsel Nurdin Abdullah dan Wagub Sulsel Andi Sudirman Sulaiman

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR — Ditetapkannya Gubernur Sulawesi Selatan nonaktif Nurdin Abdullah sebagai tersangka dalam dugaan suap dan gratifikasi oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) secara langsung berdampak pada struktur pemerintahan di Provinsi Sulsel.

Saat ini Wagub Sulsel, Andi Sudirman Sulaiman (ASS) mengisi jabatan sebagai Pelaksana Tugas Gubernur.

Dengan demikian, jika kasus Nurdin Abdullah telah inkrah ditetapkan oleh KPK, maka Andi Sudirman bisa diusulkan menjadi Pejabat Gubernur definitif.

Oleh karena itu, posisi Wagub berpotensi untuk diperebutkan oleh partai pengusung.

Pengamat Politik Universitas Muhammadiyah Makassar, Andi Luhur Prianto, mengatakan bahwa kader atau tokoh dari partai yang potensial mengisi jabatan Wagub, tergantung konsensus di partai koalisi.

“Fatsoen politiknya adalah pemilihan figur Cawagub tetap mempertahankan formasi dan komposisi partai pendukung Gubernur dan Wagub,” kata Andi Luhur, kepada Fajar.co.id, Sabtu (27/3/2021).

Selain itu, menurutnya, status kekaderan Nurdin Abdullah sebelumnya di PDIP juga tidak pernah dideklarasikan secara terbuka. Sikap politik NA juga tidak selalu sejalan dengan pilihan PDIP. Seperti di Pilwali Makassar 2020, Nurdin bukan tipikal “petugas partai” yang patuh di PDIP.

Selain itu, Luhur berpandangan bahwa jika ASS dianggap kader atau sebagai figur yang direkomendasi oleh PDIP diproses kandidasi, maka terbuka peluang calon Wagub dari partai pengusung lainnya, yakni dari PAN atau PKS.

Bagikan berita ini:
7
2
6
Tetap terhubung dengan kami:

Komentar