Kutuk Bom Katedral Makassar, DPP GMNI Desak Polri Usut Dalangnya

Minggu, 28 Maret 2021 20:03

Sekjen DPP GMNI M Ageng Dendy Setiawan. Foto: Dokumentasi pribadi

FAJAR.CO.ID, JAKARTA – Dewan Pimpinan Pusat Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (DPP GMNI) mengutuk keras aksi bom bunuh diri di depan Gereja Katedral Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel) pada Minggu (28/3).

“Kami mengutuk keras tindakan peledakan bom yang meresahkan dan merugikan masyarakat,” ujar Sekjen DPP GMNI M Ageng Dendy Setiawan dalam keterangan persnya, Minggu.

Ketua DPD GMNI Jawa Timur Periode 2016-2018 itu meminta Polri mengusut kasus tersebut hingga ke akar-akarnya.

“Kami berharap Polri mengusut kasus ini dan membongkar siapa dalang di balik peristiwa tersebut,” ujar Dendy.

Dendy menduga peristiwa teror bom di Makassar masih berkaitan dengan kelompok-kelompok intoleransi.

“Dugaan itu pasti ada. Bisa juga, itu sengaja didesain dalam rangka menciptakan suasana tak kondusif,” katanya.

Dendy menyatakan GMNI di bawah kepemimpinan ketua umum Arjuna Putra Aldino mengajak seluruh elemen masyarakat untuk saling menguatkan dalam melawan aksi terorisme.

“Mari bersama-sama seluruh beragama melawan terorisme. Sebab, agama tak pernah mengajarkan aksi kekerasan seperti terorisme,” ujar Dendy.

Dia juga mengimbau seluruh masyarakat agar tak menyebarkan foto-foto maupun video tentang korban atau peristiwa pemboman tersebut agar tak memunculkan kepanikan.

Lebih lanjut, Dendy mengutip bunyi surat Al-Maidah ayat 32. “Bahwa barangsiapa membunuh seseorang, bukan karena orang itu membunuh orang lain, atau bukan karena berbuat kerusakan di bumi, maka seakan-akan dia telah membunuh semua manusia. Barangsiapa memelihara kehidupan seorang manusia, maka seakan-akan dia telah memelihara kehidupan semua manusia.”

Bagikan berita ini:
3
5
6
Tetap terhubung dengan kami:

Komentar