Pelaku Bom Gereja Katedral Diduga Pernah Beroperasi di Filipina Tahun 2012

Minggu, 28 Maret 2021 22:47

Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo bersama Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto dan Plt Gubernur Sulsel Andi Sudirman...

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR — Dua terduga pelaku bom bunuh diri tewas dalam aksinya di Gereja Katedral, Jalan Kajaolalido, Makassar, Minggu (28/3) pukul 10.00 WITA. Meski tewas dengan melakukan bom bunuh diri itu, kasus ini tetap didalami polisi.

Kapolri Jenderal Listyo Sigit mengatakan, dua terduga pelaku ini diduga pernah terlibat operasi di Filipina, tahun 2012 lalu. “Kelompok ini pernah melaksanakan operasi di Dolo, Filipina tahun 2012. Untuk inisial pelaku yang kita dapat sementara kita dalami, terkait dengan hal ini dan bisa dipertanggungjawabkan,” katanya saat berkunjung ke Gereja Katedral Makassar.

Selain itu, terduga pelaku ini memilki keterkaitan dengan penangkapan 19 terduga teroris di Kota Makassar, Kabupaten Gowa, dan di Kabupaten Enrekang, pada Januari 2021 lalu.

Puluhan terduga teroris itu tergabung dalam Jemaah Asharut Daurah (JAD) Sulsel, yang sampai saat ini belum diketahui siapa nama pimpinannya. “Terduga pelaku ini berkaitan dengan JAD yang ditangkap kemarin,” jelasnya.

Dia juga mengungkapkan, salah satu terduga pelaku yang meledakkan dirinya di Gereja tersebut saat para jemaat hendak beribadah, diketahui berinisial L. Sedangkan terduga pelaku yang satunya masih diselidiki. Namun pada intinya, bom bunuh diri ini dilakukan dua orang berjenis kelamin lelaki dan perempun. Kasus belum sampai di sini. Polisi masih melakukan pendalaman.

Sementara, Badan Intelijen Negara (BIN) mengakui terduga pelaku bom bunuh diri di depan Gereja Katedral, Makassar, Sulawesi Selatan memang dalam pengejaran aparat keamanan. Hal ini merespon terjadinya aksi teror yang diduga dilakukan oleh dua pelaku bom bunuh diri.

Bagikan berita ini:
6
6
4
Tetap terhubung dengan kami:

Komentar