Satu Bulan Tersangka, Pejabat Pemprov Ini Masih Terima Gaji

  • Bagikan

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR — Bawahan Gubernur Sulawesi Selatan nonaktif, Nurdin Abdullah yakni Sekretaris Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) Sulsel, Edy Rahmat, yang ikut jadi tersangka dalam dugaan suap dan gratifikasi telah menjalani masa tahanan tepat sebulan hari ini.

Selama itu pula status ketersangkaan Edy Rahmat berpengaruh pada status kepegawainnya yang merupakan Aparatur Sipil Negara, termasuk pada gaji yang diterima setiap bulannya.

Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD), Imran Jausi, mengatakan bahwa saat ini gaji yang bersangkutan masih diberikan.

“Iya, tapi kami sudah berlakukan untuk ybs gaji 50 persen,” kata Imran kepada Fajar.co.id, Minggu (28/3/2021).

Ada pun, Tunjangan Penghasilan Pegawai (TPP), kata Imran, jelas tidak ada. “Karena tidak masuk kantor dan tidak ada kinerja yang bisa diukur,” tuturnya.

Imran menegaskan bahwa pemberhentian sementara secara resmi terhadap Edy Rahmat masih menunggu keputusan Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri).

“Belum ada pi, masih proses izin dari Kemendagri terkait kewenangan penandatanganan oleh Plt Gubernur,” jelasnya.

Sementara itu, dalam Peraturan Pemerintah (PP) No. 17/2020 tentang Perubahan atas PP No. 11/2017 tentang Manajemen PNS, dalam pasal 280 berbunyi, pemberhentian sementara berlaku sejak PNS ditahan. (mg10/fajar)

  • Bagikan