Vaksin Sinovac Tersedia 7 Juta Dosis, Menkes Budi Gunadi Sadikin Deg-degan

Minggu, 28 Maret 2021 19:45

Budi Gunadi Sadikin. (Dery Ridwansah/ JawaPos.com)

FAJAR.CO.ID, JAKARTA — Menteri Kesehatan, Budi Gunadi Sadikin mengapresiasi masyarakat yang sudah bersedia untuk mengikuti program vaksinasi Covid-19. Meski begitu ia mengakui, program vaksinasi cenderung berjalan lambat sebab memang terbatasnya kesediaan vaksin. Khusus untuk vaksin Sinovac, Menkes Budi menyebutkan jumlah stoknya hingga April hanya tersedia 7 juta dosis.

Ia menyebutkan pada bulan April, Sinovac hanya tersedia 7 juta dosis. Lalu baru mulai tersedia lagi tanggal 15 April karena adanya kendala mesin di PT Biofarma.

“Saya deg-degan karena sedang di-cleansing mesinnya itu di Biofarma untuk bisa di-upgrade mulai bulan Mei bisa lebih besar. Jadi saya hanya punya 7 juta stok dari Sinovac, tadinya saya pikir bisa dapat 7,5 juta dari Astrazeneca jadi 15 juta,” kata Menkes Budi dalam webinar, Minggu (28/3).

“Kalau Amerika kan produksi vaksin sendiri, maka tak ada masalah dengan produksi, tapi untuk negara negara yang tidak memproduksi vaksin hanya 5 yang produksi vaksin, kita 4 besar dunia sekarang sudah susul Israel dan sudah susul Prancis,” katanya.

Menkes Budi juga menjelaskan, bulan April dengan hanya 7 juta dosis itu artinya cukup 14 hari. Ia kini sedang mengatur bagaimana sisa yang ada untuk bisa diatur sefektif dan seefisien mungkin.

“Nanti saya akan akan terbuka ngomong minggu depan bahwa ada fenomena seperti ini vaksin ini sudah menjadi isu geopolitical isu negara-negara di dunia sudah berantem rebutan kita beruntung punya 4 sumbernya,” katanya.

Komentar


VIDEO TERKINI