Bom Gereja Katedral Makassar Ada Kaitannya dengan ISIS, Ini Analisa Pengamat Intelijen

Senin, 29 Maret 2021 20:09

Lokasi ledakan bom bunuh diri di Makassar

FAJAR.CO.ID, JAKARTA–Pengamat Intelijen Stanislaus Riyanta mengungkap ada kaitan antara perintah ISIS jelang bulan Ramadan dengan ledakan bom bunuh diri di Gereja Katedral Makassar, Sulsel.

Menurut pengamat intelijen ini, aksi serangan bom bunuh diri sengaja dilakukan menjelang Ramadhan karena dinilai waktu yang tepat melakukan aksi.

“Pada bulan Ramadan dianggap oleh kelompok teroris atau pengikut ISIS sebagai waktu tepat untuk melakukan aksi,” ujarnya dihubungi Pojoksatu.id (grup FIN) di Jakarta, Senin (29/3/2021).

Ia mengatakan, bahwa seruan jihad pada bulan Ramadhan dengan cara bom bunuh diri itu langsung disampaikan oleh juru bicara ISIS, Abu Muhammad Al-Adani

“Jubir ISIS Abu Muhammad al-Adnani menyerukan kepada para pengikutnya untuk meningkatkan serangan selama bulan Ramadan,” ungkapnya.

Lebih lanjut, Stanislaus menilai penangkapan diduga kelompok Terorisme di Condet dan Bekasi oleh pihak kepolisian pada siang tadi ada kaitannya dengan aksi di bunuh diri Gereja Katedral Makassar.

“Iya penangkapan di Condet, Bekasi, dan Bima ini satu jaringan JAD yang berafiliasi dengan ISIS,” ucapnya.

Itu tambah Stanislaus sebagai upaya aparat kepolisian untuk mencegah adanya manuver aksi susulan bom bunuh diri Gereja Katedral Makassar.

“Ini sangat penting untuk dilakukan penangkapan dengan segera mungkin untuk mencegah adanya aksi susulan dari Bom Makassar,” tandasnya.

Sebelumny, Kepolisan Daerah Metro Jaya menangkap sejumlah terduga teroris di Jalan Condet, Kramat Jati, Jakarta Timur dan Jalan Raya Cikarang, Bekasi, Jawa Barat.

Bagikan berita ini:
1
2
3
Tetap terhubung dengan kami:

Komentar