Cegah Radikalisme Sejak Dini, Pemkot Makassar Siapkan Program Guru Pelopor

Senin, 29 Maret 2021 16:06

Danny Pomanto saat meninjau Jalan Metro Tanjung Bunga

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR — Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar tidak ingin kejadian bom bunuh diri di Gereja Katedral, Jalan Kajaolalido, Minggu (28/3/2021) kemarin terulang kembali.

Berbagai upaya pun kini disiapkan Pemkot Makassar. Salah satunya adalah mencegah radikalisme sejak dini. mulai dari sekolah melibatkan anak sekolah dan guru.

Pemkot Makassar kemudian menyiapkan program Guru Pelopor. Di mana semua guru SD dan SMP memberikan paham kepada murid soal keberagaman.

Wali Kota Makassar, Mohammad Ramdhan ‘Danny’ Pomanto menyebut program tersebut sesuai instruksi dari pemerintah pusat. Olehnya harus segera dilakukan.

“Saya akan mengajak para guru-guru. Kebetulan kami dari pemerintah pusat ditunjuk untuk Guru Pelopor. Saya kira nanti Bu Fatma (Wakil Wali Kota) yang akan atur ini, karena beliau lebih paham,” ujarnya, Senin (29/3/2021).

Begitu juga dengan kurikulum pembelajaran. Ia memandang mesti ada formulasi baru. “Gurunya kita poles dulu. Sudah itu baru ke Murid,” sambung Danny.

Nantinya program tersebut diterapkan setelah belajar tatap muka dibuka kembali. Momen itu dianggapnya tepat bagi guruuntuk memberikan pemahaman kepada murid soal keberagaman.

“Momen yang bagus nanti kalau sekolah bisa dibuka, dilakukan di situ,” tutup Danny.

Sebelumnya, bom bunuh diri terjadi di depan Gereja Katedral Makassar pada Minggu (28/3/2021). Polda Sulsel mengungkapkan ada dua pelaku dari dalang kasus tersebut. Satunya pun dipastikan tewas.

Komentar


VIDEO TERKINI