Covid-19 di Luar Negeri Melonjak, Menkes Budi Gunadi Sadikin Minta Waspada

Senin, 29 Maret 2021 11:39

Wakil Menteri BUMN Budi Gunadi Sadikin. Foto: ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja

FAJAR.CO.ID, JAKARTA — Kasus positif Covid-19 kembali mengalami kenaikan di luar negeri. Contohnya di Eropa, Amerika, Asia, dan Papua Nugini. sejumlah negara Eropa. Pemerintah meminta masyarakat di daerah untuk tetap waspada.

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengatakan, sejumlah negara sedang kembali mengalami lonjakan kasus Covid-19. Lonjakan itu terjadi di Eropa, Amerika Selatan, dan di beberapa negara Asia. Di Asia contohnya di Filipina. Lonjakan juga terjadi di Papua Nugini.

Menurut hipotesa Budi Gunadi Sadikin, lonjakan itu dipicu oleh varian baru yang berkejaran dengan pelaksanaan vaksinasi.

“Yang paling ilmiah, yang paling dekat ke logika adalah karena varian barunya sudah cukup tinggi persentasenya. Sedangkan varian baru ini cepat penularannya. Beberapa lambat vaksinasinya sehingga terjadi lonjakan itu,” kata mantan wamen BUMN itu dalam webinar, Minggu (28/3).

“Saya minta tolong kepada teman-teman di daerah kita masih tetap waspada,” tutur Menkes Budi.

Mantan Dirut Bank Mandiri itu9 memuji langkah sejumlah kepala daerah dalam menjalankan kebijakan PPKM (Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat) dengan ketat. Langkah itu seperti yang dilakukan Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil dan Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo.

“Vaksinasi pun Ahamdulillah lancar. Nah tolong kita jangan disia-siakan, jangan sampai terjadi lonjakan lagi karena capek nanti kita,” jelasnya.

Lebih jauh Budi menuturkan, dari seluruh negara Eropa terdapat dua tipe yang tidak mengalami kenaikan kasus lagi. Pertama, vaksinasi sudah tinggi sekitar 30 persen sampai 40 persen dari populasi. Contoh kasus itu di Inggris. Mobilitasnya masih bergerak tapi karena tinggi cakupan vaksinasinya, maka lonjakan kasus tidak setinggi Jerman Perancis dan lain sebagainya.

“Yang kedua memang ketat mobilitasnya. Contohnya kali ini Spanyol enggak terlalu parah, seperti sebelumnya, karena masih ketat mobilitasnya. Nah dua kombinasi itu terus terang dari vaksinasi kita akan secepat-cepatnya kalau ada stoknya,” tuturnya.

Menurut dia, masyarakat juga harus lebih sabar lagi dalam melakukan mobilitas dan bepergian mengingat lonjakan kasus bisa terjadi lagi. Tantangan ke depan, vaksinasi masih terbatas dengan ketersediaan stok. “Mobilitasnya itu disabar-sabarin dulu karena ada lonjakan-lonjakan,” jelasnya. (jpg/fajar)

Komentar