Kilang Balongan Terbakar, EWI Soroti Jarak Kawasan dengan Pemukiman Warga

  • Bagikan

FAJAR.CO.ID, JAKARTA – Ada hal yang patut dicermati dari kejadian terbakarnya Tanki T301 pada Kilang Refinery Unit (RU) VI Balongan, dini hari tadi, Senin (29/3).

Kondisi pemukiman warga yang terlalu dekat dengan kawasan terbatas, dimana tingkat keamanan ekstra ordinary sangat diperlukan pada fasilitas kilang minyak, menjadi hal yang harus difikirkan oleh pemangku kepentingan, baik Pertamina maupun Kementerian ESDM.

Hal itu disampaikan oleh Direktur Eksekutif Energi Watch Indonesia (EWI), Ferdinand Hutahaean, kepada Fajar Indonesia Network (FIN), Senin (29/3).

“Saya sedang membayangkan, jalan umum sedekat itu dengan tanki / kilang, bagaimana kalau teroris menargetkan kilang tersebut sebagau sasaran? Dengan modal petasan yang berpeluncur bisa menjangkau tanki, atau modal ketapel melontarkan bom molotov kesana, apa jadinya?,” ujar Ferdinand.

Ferdinand meminta kepada direksi Pertamina, untuk memikirkan hal tersebut. Sebab, kilang minyak adalah objek vital yang sangat penting dan mempengaruhi kekuatan sebuah negara. Selain itu, jika merujuk pada kejadian di kilang Balongan, maka hal itu menurutnya sangat membahayakan masyarakat.

“Apakah ini tak pernah dipikirkan management Pertamina? Tidak pernah menganalisis dampak bahaya? Atau ini kelalaian yang bisa berujung pidana? Faktanya rakyat yang melintas menjadi korban, artinya jalan dengan tanki dalam jarak jangkau memang bahaya,” tegasnya.

Tak hanya itu, Pertamina juga seharusnya memitigasi risiko yang bisa terjadi dalam keadaan kedaruratan pada kilang minyak, misalnya dengan menyiapkan titik lokasi evaksuasi yang aman dan jauh dari kilang minyak.

  • Bagikan