Respons Bom Gereja Katedral Makassar, Ini Instruksi Ajhar Jowe untuk GP Ansor dan Banser

Senin, 29 Maret 2021 10:45

Ilustrasi-- Para anggota Banser dalam sebuah kegiatan. Foto/ilustrasi: Antara

FAJAR.CO.ID, KUPANG — Ketua Pimpinan Wilayah GP Ansor NTT, Ajhar Jowe mengutuk tindakan sekelompok orang yang sengaja mencederai suasana beribadah umat Kristiani menjelang perayaan Paskah melalui aksi teror.

Ajhar menilai aksi pelaku bom bunuh diri yang terjadi di Gereja Katedral Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel) pada Minggu (27/3), merupakan tindakan penzaliman terhadap diri sendiri atau kepada orang lain.

“Kami mengutuk keras aksi-aksi teror dilakukan oleh oknum atau kelompok tertentu, karena bom bunuh diri merupakan tindakan biadab,” kata Ajhar di Kupang, Senin (28/3).

Selain tidak manusiawi, aksi bom bunuh diri itu juga sangat mengganggu psikologis umat Kristiani di Indonesia, khususnya di wilayah Sulawesi Selatan dalam suasana menjelang perayaan Paskah 1 April 2021 mendatang.

Ajhar menegaskan aksi teror tersebut sangat bertentangan dengan nilai keislaman, Pancasila, serta UUD 1945. Selain itu juga dapat mengganggu keharmonisan bangsa dan kenyamanan antarumat beragama.

“Jangan sampai umat Kristiani mau beribadah merasa takut dengan ancaman berat aksi bom bunuh diri atau bentuk apa pun,” ucap Ajhar.

Pihaknya juga menginstruksikan seluruh kader GP Ansor dan Banser di daerah masing-masing bekerja sama dengan TNI – Polri dalam membantu pengamanan demi memberikan kenyamanan umat beragama lain dalam beribadah.

“Kami juga sudah perintahkan kader-kader kami di daerah lain di NTT untuk bersama-sama mengawasi serta mengamankan jalannya perayaan jelang Paskah di setiap gereja di NTT,” ungkap Ajhar.

Komentar