Sebut Arah Demokrasi Bergeser di Tubuh Demokrat, Moeldoko: Ini Menjadi Ancaman

Senin, 29 Maret 2021 14:49

Kepala Staf Presiden Moeldoko makan di warung pinggir jalan kawasan Jonggol. (sumber: instagram Moeldoko)

FAJAR.CO.ID, JAKARTA – Moeldoko kembali mengingatkan semua pihak agar tidak menyeret-nyeret Presiden Joko Widodo (Jokowi) dalam kisruh Partai Demokrat.

Sebab, terpilihnya dirinya sebagai Ketua Umum Partai Demokrat melalui Kongres Luar Biasa (KLB) di Deli Serdang adalah sepenuhnya keputusannya pribadi.

Hal itu disampaikan Moeldoko melalui pesan video yang diunggah di akun Instagram pribadinya, sebagaimana dikutip PojokSatu.id, Senin (29/3/2021).

“Terhadap persoalan yang saya yakini benar dan itu atas otoritas pribadi yang saya miliki, maka saya tidak mau membebani Presiden,” tegasnya.

Moeldoko, sebagai manusia biasa, dirinya juga melakukan kekhilafan karena tidak memberitahu istri dan keluarganya atas keputusan yang diambilnya.

“Tetapi juga saya terbiasa mengambil risiko seperti ini. Apalagi demi kepentingan bangsa dan negara,” ungkapnya.

Karena itu, dengan nada suara yang meninggi, Moeldoko kembali mengingatkan semua pihak agar jangan mengganggu Presiden Jokowi.

“Untuk itu, jangan bawa-bawa Presiden untuk persoalan ini,” tegasnya lagi.

“Saya orang yang didaulat untuk memimpin Demokrat. Kekisruhan sudah terjadi, arah demokrasi sudah bergeser di dalam tubuh Demokrat,” ungkap Moeldoko.

Menurutnya, telah terjadi situasi khusus dalam perpolitikan nasional saat ini.

“Yaitu telah terjadi pertarungan ideologis yang kuat menjelang 2024,” ujarnya.

Pertarungan itu disebut Moeldoko terjadi secara terstruktur dan gampang dikenali.

Komentar


VIDEO TERKINI