Wasiat Pelaku Bom Bunuh Diri, Pamit untuk Mati Syahid

  • Bagikan

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR – Lelaki berinisial LL telah tewas setelah melakukan aksi bom bunuh diri bersama istrinya, YSR di pelataran Gereja Katedral, Makassar, Minggu (28/3/2021) kemarin.

Sebelum aksi mengerikannya itu dilakukan, lebih dulu LL berwasiat kepada orang tuanya. Semua itu LL lakukan untuk agama Islam.

“LL sempat tinggalkan wasiat kepada orang tua. Isinya, yang bersangkutan pamit siap untuk mati syahid,” kata Kapolri Jenderal Listyo Sigit, di Mapolda Sulsel, Senin (23/2/2021).

Wasiat itu disampaikan langsung oleh orang tua LL, kepada polisi yang melakukan pendalaman pasca peristiwa mengerikan itu terjadi kemarin.

Setelah wasiatnya itu sampai, LL bersama dengan istrinya itu, pun mulai beraksi. Pasangan sehidup semati ini pun mempersiapkan diri mereka, demi melakukan bom bunuh diri di gereja yang terletak di jantung Kota Makassar tersebut.

Hingga pada sekitar pukul 10.00 WITA, keduanya pun tiba di pelataran gereja itu dengan menggunakan sepeda motor jenis metik dengan nomor polisi DD 5948 MD.

Setibanya di sana, mereka sempat dicegat oleh petugas satpam Gereja. Namun pada saat itu juga, bom yang sudah melekat di tubuh mereka meledak dan membuat suasana luar gereja dan sekitarnya menjadi mencekam.

Potongan tubuh LL dan YSR berserakan di mana-mana. Bahkan kepala LL pun ditemukan di atas atap sebuah bangunan kecil, yang berada di samping gereja tersebut. Motor mereka juga terbakar di lokasi.

  • Bagikan