Dua Terduga Teroris Jaringan Bom Gereja Makassar Pernah Hadiri Sidang HRS

Selasa, 30 Maret 2021 16:27

Tim Densus 88 Antiteror menggerebek teroris di Condet. Foto JawaPos.com

FAJAR.CO.ID, JAKARTA – Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Yusri Yunus membenarkan dua anggota teroris berinisial HH dan ZA yang ditangkap di Condet dan Bekasi pernah mendatangi sidang Habib Rizieq Shihab (HRS) di Pengadilan Negeri Jakarta Timur.

Namun, Yusri belum bisa membeberkan korelasi dua terduga teroris dalam persidangan Rizieq Shihab.

“Ada buktinya di situ (di PN Jaktim). Ada foto HH dan ZA mengikuti sidang,” kata Yusri kepada wartawan, Selasa (30/3/2021).

Kendati demikian, kata Yusri, pihaknya tak serta merta menyimpulkan kehadiran dua terduga teroris yang sudah ditangkap itu juga akan membuat onar di persidangan tersebut.

Hal tersebut masih terus dikembangkan oleh tim penyidik Densus 88.

“Ini masih kita kembangkan lagi. Mudah-mudahan dari tim Densus 88 ada perkembangan lagi untuk pelaku lain,” ujarnya.

Sementara, pengacara Rizieq Shihab, Aziz Yanuar enggan menanggapi perihal dua terduga teroris disebut polisi menghadiri sidang kliennya ti Pengadilan Negeri Jakarta Timur.

“Saya tidak tahu itu, kan sudah bubar FPI,” kata Aziz kepada PojokSatu.id.

Aziz juga membantah bila dua terduga teroris tersebut pernah hadir di persidangan Habib Rizieq di PN Jakarta Timur.

“Yang hadir di PN Jaktim semua polisi di dalam, pengunjung dilarang masuk, wartawan juga kan (dilarang)?” katanya,

Sebelumnya Tim Densus 88 Antiteror menangkap terduga teroris di Condet, Jakarta Timur, dan Bekasi.

Keduanya terindikasi merupakan anggota Front Pembela Islam (FPI).

Dugaan ini muncul setelah Polda Metro Jaya menemukan barang bukti berupa atribut FPI seperti baju hingga kartu anggota pada saat penggerebekan.

Barang bukti lain yang disita yaitu dua kartu tanda identitas keikutsertaan di organisasi FPI dengan nama pemilik Husein Hasny.

Beberapa keping VCD hingga poster eks Pimpinan FPI Rizieq Shihab.

Kapolda Metro Jaya Inspektur Jenderal Mohammad Fadil Imran menyatakan seluruh barang bukti itu saat ini masih dalam pemeriksaan tim Densus 88 untuk melihat keterkaitan antara FPI dengan kelompok teroris itu.

“Iya termasuk itu (penemuan atribut FPI), jika ada keterkaitan itu kan sebagai temuan awal, sedang diadalami oleh Densus 88,” ujar Fadi di Polda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Senin (30/3/2021)

Fadil juga enggan berspekulasi lebih jauh soal dugaan keterkaitan FPI dengan kelompok teroris yang baru ditangkap itu. Sebab, sampai saat ini pihaknya masih melakukan pengembangan.

“Terpenting adalah upaya-upaya untuk melakukan teror dengan menggunakan bahan peledak atau bom di DKI Jakarta bisa kami monitor, deteksi, dan cegah,” ujar Fadil.

Pada Senin pagi, polisi menangkap empat terduga teroris di Cikarang, Bekasi dan Condet, Jakarta Timur. Mereka antara lain berinisial ZA, BS, AJ, dan HH.

Keempat tersangka terancam dijerat dengan Pasal 15 juncto Pasal 7 dan atau Pasal 9 UU 5 Tahun 2018 tentang terorisme, dengan ancaman 15 tahun penjara.(pojoksatu/fajar)

Bagikan berita ini:
4
1
3
Tetap terhubung dengan kami:

Komentar