Golkar Sulsel Bantah Praktek Transaksional di Uji Kelayakan Calon Ketua DPD II

Selasa, 30 Maret 2021 17:29

Uji Kelayakan dan Kepatutan DPD I Golkar Sulsel kepada calon ketua DPD II

“Justru mereka mengapresasi. Karena dilakukan secara profesional. Kita berikan puluhan pertanyaan untuk mengetahui kulitas dan kapasitas calon-calon ketua. Melihat tantantangan kedepan, Golkar saat ini butuh leadership yang kuat,” ungkap Herman yang juga penelis uji kelayakan Golkar Sulsel.

Sementara Wakil Ketua Bidang Komunikasi Golkar Sulsel Zulham Arief membantah, tudingan uji kelayakan calon ketua DPD II terjadi praktek transaksional. Justru, lanjutnya, Taufan Pawe pada setiap kesempatan mengharamkan adanya bayar-bayaran untuk menduduki jabatan tertentu.

Ia menjelaskan, Taufan Pawe ingin menghapuskan tradisi bayar-bayaran dibawah meja untuk kepentingan pribadi ataupun kelompok tertentu, semua harus terbuka dan transparan peruntukkannya.

“Justru pak ketua (TP) diawal kepengurusannya langsung konsen untuk menghilangkan itu (transaksional). Karena banyak kader mengeluh karena adanya bayar-bayaran. Hal ini berdampak dengan penurunan suara Golkar di Sulsel,” jelasnya.

Sekretaris AMPG Sulsel ini juga menegaskan, jika seluruh kader Golkar telah membulatkan tekadnya untuk mendorong Ketua Umum DPP Airlangga Hartarto menjadi calon presiden 2024. Hal ini merupakan perintah langsung Taufan Pawe dalam setiap konsolidasi atau musda di DPD II di Sulsel.

Bagikan berita ini:
9
8
10
Tetap terhubung dengan kami:

Komentar