Haedar Nashir: Muhammadiyah Jangan Seperti Dinosaurus, Besar Menakutkan Tapi Purba

  • Bagikan

FAJAR.CO.ID, JAKARTA — Ketua Umum PP Muhammadiyah, Haedar Nashir, mengingatkan bahwa Muhammadiyah adalah gerakan dakwah yang mengedepankan sikap muwajahah (kultural-adaptif) daripada mu’aradhah (konfrontatif-reaksioner).

Sehingga metode dakwah diharapkannya berwawasan masa depan, berjalan cair dan terbuka.

“Kita Muhammadiyah, lebih-lebih angkatan muda dituntut menghadirkan kemampuan baru, visi, negoisasi, adaptasi, serta strategi dalam menghadapi kehidupan yang baru dengan tetap berpinsip pada ideologi dan pedoman gerakan kita,” papar Haedar dalam keterangannya, Selasa (30/3/2021).

Haedar tak ingin Muhammadiyah keluar dari wataknya yaitu hadir di masyarakat dengan cara-cara yang mengingkari dinamika zaman dan malah kembali dengan cara yang tertinggal.

“Bahkan jangan sampai kita menjadi dinosaurus, binatang besar yang menakutkan tapi purba, menjadi fi’il madhi, sudah lampau,” pesan dia.

Ia mengatakan, Muhammadiyah saat ini ada pada reorientasi pandangan Keislaman dan Kemuhammadiyahan yang ashariyah (kekinian), muta’akhir.

“Kita harus tetap berprinsip pada Al Islam yang dasarnya ditetapkan oleh Tarjih yang pemahamannya adalah bayani, burhani, irfani dan menjalankan misi Muhammadiyah sebagai gerakan dakwah dan tajdid,” tegas Haedar. (endra/fajar)

  • Bagikan