Komisi HAM PBB Segera Kunjungi Xinjiang, Begini Respons Tiongkok

  • Bagikan

Dalam beberapa tahun terakhir, Xinjiang diterpa berbagai isu kemanusiaan, mulai dari pembongkaran masjid, penahanan etnis Uighur ke kamp vokasi, genosida, hingga pemisahan orang tua berlatar belakang Uighur dengan anaknya melalui sekolah berasrama. Yang terakhir, isu kerja paksa di perkebunan kapas dan pabrik tekstil.

Namun, isu itu dibantah oleh Tiongkok karena semua pekerja di Tiongkok termasuk Xinjiang, dipekerjakan berdasarkan kontrak sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Perburuhan. Isu kerja paksa telah menimbulkan beberapa merek pakaian jadi dan perlengkapan olahraga, seperti H&M dan Nike, diboikot secara meluas oleh netizen Tiongkok.

Bahkan, sejak sepekan yang lalu, H&M sudah menghilang dari aplikasi belanja daring di Tiongkok. “Peritel tertentu ingin menyerang Tiongkok sambil meraih keuntungan di pasar Tiongkok. Mereka seharusnya tahu, lebih baik tidak menggigit tangan orang yang memberi mereka makan,” pungkas Zhao. (jpg)

Dapatkan berita terupdate dari FAJAR di:
  • Bagikan