Lagi, Polisi Temukan Keterkaitan Kelompok Teroris Bom Gereja Makassar dengan FPI

  • Bagikan
Tim Gegana dan Labfor Polda Sulsel melakukan olah TKP Jl Kajaolalido depan Gereja Katedral Senin, 29 Maret -- TAWAKKAL/FAJAR

FAJAR.CO.ID, JAKARTA– Kepolisian melaluiDetasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror terus melakukan penangkapan terduga teroris pasca ledakan bom di Gereja Katedral Makassar, Minggu (28/3/2021).

Terbaru Polri berhasil menangkap 7 terduga teroris yang berkaitan langsung dengan bom bunuh diri yang dilakukan oleh pasangan suami istri (pasutri) L dan YSF di depan Katedral, Makassar.

Polri menyebut 3 dari 7 yang ditangkap itu pernah baiat di Markas Front Pembela Islam (FPI).

“Kemudian, dari hasil identifikasi terhadap tubuh pelaku di TKP, dan hasil interogasi, dilakukan pengembangan dan penangkapan terhadap satu, AS alias EKA alias AR,” kata Kabag Penum Divisi Humas Polri, Kombes Ahmad Ramadhan, dalam jumpa pers di Mabes Polri, Selasa (30/3/2021).

Kombes Ahmad Ramadhan menyebutkan AS memiliki persan sebagai perencana. Dia pernah mengikuti kajian di Villa Mutiara, kemudian telah berbaiat di markas FPI,”

Ramadhan menyebut baiat kala itu dipimpin oleh Ustaz Basri. Namun, Ramadhan tidak merinci kapan pembaiatan itu terjadi.

“Markas FPI yang merupakan markas organisasi yang sekarang terlarang yang saat itu dipimpin oleh Ustaz Basri. Kemudian juga mengikuti idad,” jelasnya.

Selain itu, Ramadhan menyebut terduga teroris berinisial SAS juga pernah mengikuti baiat di markas FPI. SAS disebut merupakan orang yang tahu persis apa yang direncanakan oleh L dan YSF sebelum melakukan bom bunuh diri.

  • Bagikan