Ledakan Depan Gereja Katedral Makassar, Bahan Peledak Diracik Sederhana

  • Bagikan

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR — Jenis peledak yang digunakan pelaku bom bunuh diri di depan Gereja Katedral Makassar berbahan sederhana dan mudah ditemui. Namun, melihat efek ledakan yang terjadi, dipastikan mereka yang terlibat sangat ahli meracik bom.

Keahlian meracik bom oleh jaringan terorisme memang dinilai sudah cukup mumpuni. Apalagi, pada aksi yang terjadi pada Minggu, 28 Maret tersebut diduga dilakukan kelompok yang masuk kelompok yang terafiliasi dengan ISIS.

Meskipun, sampai saat ini pihak ISIS belum memberikan sikap sebagai pihak yang bertanggung jawab sebagaimana yang diakui ISIS saat bom Sarinah 2014 lalu.

Dosen Teknik Kimia FTI UMI, Zakir Sabara mengatakan, dari pengamatannya, para pelaku sangat mungkin meracik bom menggunakan bahan yang mudah dijangkau.

Kendati demikian, bukan berarti tak menghasilkan daya ledak tinggi. Sebab, soal kualitas ledakan, sangat bergantung dari keahlian dalam meracik komponen- komponen peledak itu sendiri.

“Maka, saya bisa sampaikan, sepertinya ini diramu dengan sederhana menjadi bahan yang sangat berbahaya,” ujar Dekan Fakultas Teknologi Industri (FTI) UMI Makassar ini, malam tadi.

Kalkukasinya,menurut Zakir memang tidak bisa juga dilepaskan dari cara dalam meledakkan. Artinya, dengan bahan peledak yang digunakan, kata dia, ada dua kemungkinan yang bisa terjadi di lokasi peledakan.

Pertama, ada kemungkinan tidak menimbulkan kerusakan parah atau istilahnya deflagrasi. Kemungkinan pertama ini yang mungkin menyebabkan, tidak terlalu meluas dampak dari ledakan baik untuk banguna di sekitarnya atau orang yang dekat dengan tempat terjadinya ledakan. Kedua, bersifat detonasi yakni suara keras dan parah.

  • Bagikan