Sebut Kasus Hambalang Tidak Relevan Diangkat, AHY: Kubu Moeldoko Semakin Terjepit

Selasa, 30 Maret 2021 17:53

Ketua Umum DPP Partai Demokrat, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY).

FAJAR.CO.ID — Partai Demokrat kubu Moeldoko kembali mengungkit kasus korupsi Wisma Atlet Hambalang. Kubu Moeldoko menduga masih ada pihak yang belum tertangkap.

Menanggapi hal tersebut, Ketua Umum Partai Demokrat versi Kongres V Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) mengungkapkan, bahwa yang dilakukan kubu Moeldoko sudah semakin terjepit karena tidak mampu menunjukkan bukti-bukti legalitas Kongres Luar Biasa (KLB).

“Dengan mengangkat isu Hambalang, setelah kubu Moeldoko tidak mampu menunjukkan legalitas penyelenggaraan KLB yang nyata-nyata adalah perbuatan melawan hukum,’’ ujar AHY dalam jumpa pers di Kantor DPP Partai Demokrat, Jakarta, Senin (29/3/2021).

AHY menambahkan, kepada kader Partai Demokrat yang terlibat dalam kasus korupsi Hambalang tersebut sudah dilakukan penegakan hukum yang kredibel. Sebagai konsekuensinya, ada sejumlah oknum mantan kader yang telah mendapatkan sanksi hukum.

“Dalam proses itu, perlu kami jelaskan, meskipun kepala pemerintahan saat itu berasal dari Partai Demokrat, dan Partai Demokrat juga berada dalam pemerintahan, proses penegakan hukum tersebut dihormati dan tidak ada intervensi yang dilakukan,’’ katanya.

“’Dengan demikian, permasalahan penegakan hukum yang sudah selesai itu, sangat tidak relevan kalau diangkat-angkat, apalagi secara politik,’’ tambahnya.

AHY melanjutkan, justru pada tujuh tahun terakhir ini, Partai Demokrat terus melakukan konsolidasi dan pembenahan internal partai, termasuk tindakan pencegahan atas penyimpangan atau pelanggaran hukum.

Komentar