DPRD Makassar dalam Sorotan, Makin Ekslusif dan Jauh dari Rakyat

Rabu, 31 Maret 2021 12:21

Kantor DPRD Makassar memasang alat parkir eletronik.

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR — Alokasi anggaran pengadaan portal elektronik di DPRD Kota Makassar tidak rasional. Lebih besar dari harga pasaran.

DPRD Makassar bersolek. Kompleks tempat wakil rakyat itu mulai berubah menjadi daerah eksklusif. Masyarakat tidak lagi leluasa masuk ke gedung tersebut.

Hal ini dikarenakan lembaga para perwakilan partai politik itu bakal dipasangi parkir elektronik. Baik untuk akses masuk maupun keluar.

Tidak semua orang bisa mengakses pintu elektronik itu. Hanya orang-orang yang memiliki kartu khusus yang memiliki kepentingan di dalamnya.

Ketua Divisi Pemantau Legislatif Kopel Indonesia, Musaddaq menyayangkan sistem parkir elektronik yang akan diterapkan. Konsep tersebut dinilai adanya upaya membangun jarak dengan rakyat. Khususnya warga yang menyampaikan aspirasinya.

Apalagi, kata dia, dengan adanya sistem ini otomatis warga yang ingin masuk sekadar melihat kondisi bangunan atau hendak berjalan-jalan, mesti melapor terlebih dahulu ke Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) agar bisa memasuki area kerja mereka. Terlebih bila memarkir kendaraan di dalam area kantor DPRD Makassar.

“Dengan hadirnya sistem parkir elektronik di rumah rakyat tersebut, maka anggota dewan yang terhormat kita bakal kian sulit ditemui. Karena warga harus melalui proses pemeriksaan yang melelahkan,” sesalnya.

Apalagi, bila disebut ingin bertemu dengan anggota dewan mesti membuat janji terlebih dahulu. Bila tidak, sudah hampir pasti tak bakal dipersilahkan memasuki area kantor.

Komentar


VIDEO TERKINI