Indikasi Penyimpangan Rp1 M, Laporan Mark Up Bansos Pemprov Sulsel Masuk ke BPK Pusat

Rabu, 31 Maret 2021 17:45

Kepala Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Perwakilan Sulsel Wahyu Priyono (Ist)

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR — Kepala Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Perwakilan Sulsel Wahyu Priyono mengatakan bahwa laporan penyalahgunaan anggaran bantuan sosial telah diserahkan ke BPK pusat.

“Anggaran Covid-19 kemarin, kami ada beberapa temuan salah satunya bansos. Jadi di bansos itu ada indikasi penyimpangan sekitar Rp1,1 miliar yang sudah kami laporkan ke BPK pusat untuk dilakukan investigasi,” kata Wahyu, ketika ditemui di Kantor BPK Sulsel, Rabu (31/3/2021).

Wahyu mengungkapkan, temuan itu masuk dalam kategori mark up. “Ada penyaluran. Jadi ada pengadaan paket sembako dalam rangka bantuan sosial. Itu ada selisih hargalah dari harga yang tidak wajar. Jadi selisih harga, atau harga yang tidak wajar itu kurang lebih Rp1,1 miliar,” tegasnya.

Lebih lanjut, kata Wahyu, saat ini pihaknya sementara menunggu hasil audit investigasi terutama temuan di Dinas Sosial. Karena memang sudah prosedurnya harus diperiksa dulu hasil investigasi di pusat.

“Karena BPK perwakilan sulsel tidak bisa melakukan pemeriksaan investigasi sendiri tanpa ada auditor utama yang investigasi. Kalau semacamnya eselon satulah, sesama dirjen yang khusus menangani investigasi,” jelasnya. (mg10/fajar)

Bagikan berita ini:
10
10
8
Tetap terhubung dengan kami:

Komentar