Mabes Polri Diserang Teroris, Pimpinan GP Ansor: Patut Diduga, Ini Bukan yang Terakhir

  • Bagikan
Luqman Hakim (FOTO: Twitter @LuqmanBeerNKR)

FAJAR.CO.ID, JAKARTA-- Ketua Bidang Politik & Pemerintahan PP GP Ansor, Luqman Hakim angkat bicara terkait penyerangan Markas Besar (Mabes) Polri, Jakarta oleh orang tidak dikenal yang diduga pelaku terduga teroris.

Kejadian penyerangan itu terjadi pada Rabu (31/3) sore sekitar pukul 16.30 WIB. Pelaku membawa senjata api jenis pistol dan berpakaian serba hitam. Diduga bahwa pelaku berjenis kelamin perempuan.

"Mabes Polri diserang teroris. Dalam 4 hari, ini serangan kedua setelah bom bunuh diri di depan Gereja Katedral Makassar (Minggu, 28/03/21)," tulis Luqman dikutip Fajar.co.id di akun Twitternya, Rabu (31/3/2021).

Legislator DPR RI itu meminta semua pihak terutama aparat keamanan untuk meningkatkan kewaspadaan atas serangan tersebut.

"Semua pihak harus waspada dan antisipasi kemungkinan serangan teroris berikutnya dalam waktu dekat. Patut diduga, ini bukan yang terakhir," sebutnya.

Politisi PKS itu menjelaksan meski beberapa waktu terakhir puluhan terduga teroris sudah ditangkap Densus 88, sangat mungkin masih ada jaringan teroris yang bebas berkeliaran, menyiapkan serangan-serang berikutnya.

"Pemanfaatan teknologi informasi oleh teroris, membuat persebaran mereka kian sulit dideteksi," jelas Luqman Hakim.

Ketua DPW PKB Sulawesi Utara ini menyebutkan perkembangan sel-sel teroris di Indonesia semakin menunjukkan peningkatannya beberapa waktu terakhir.

"Perkembangan sel2 teroris di tanah air (apapun afiliasi internasionalnya; ISIS ataupun Alqaida) saat ini bertemu momentum yg menyuburkan. Bbrp situasi dlm negeri dan luar negeri (ekonomi&politik) menjadi triger jaringan teroris melakukan aksi2nya," sebutnya.

Dapatkan berita terupdate dari FAJAR di:
  • Bagikan