Cegah Kegaduhan, Aturan Memproteksi Jemaah Salat Tarwih Perlu Simulasi dan Kajian Mendalam

Kamis, 1 April 2021 13:56

Masjid Al-Markaz Al-Islam

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR — Pemerintah kota Makassar bakal mengatur pengamanan masjid dengan membuka dua ruangan untuk memproteksi jemaah, saat bulan Ramadhan nanti.

Khusus untuk salat Tarwih, perlakuan khusus akan diberikan bagi warga penyintas (pernah terpapar) dan yang telah divaksin Covid-19 bisa menjalankan ibadah salat jamaah tarwih di dalam masjid.

Mereka yang memiliki dokumen atau sertifikat yang dilengkapi barcode, dapat digunakan untuk menjalankan ibadah Ramadan di dalam masjid.

Sebaliknya yang belum disuntik vaksin, hanya dibolehkan beribadah di luar masjid.

Anggota Fraksi PKS DPRD Makassar, Azwar mengingatkan pemerintah akan aturan yang ingin dibuatnya untuk terlebih dulu dikaji mendalam. Apalagi menyangkut pada kekhusukan beribadah.

“Mengapresiasi Walikota Makassar membolehkan masyarakat salat Tarwih berjamaah di masjid. Ini menjadi kerinduan tersendiri bagi kita khususnya umat muslim, karena tahun lalu praktis mesjid diharuskan tutup karena Covid-19 sedang ganas-ganasnya,” tutur Azwar, Kamis (1/4/2021).

“Tapi ada regulasi baru yang rencananya akan diterapkan pemerintah dalam hal salat tarwih berjamaah di mesjid. Ini saya ingatkan memang bagus terobosannya, tapi jangan sampai justru menimbulkan keributan atau kegaduhan di masyarakat,” lanjutnya mengingatkan.

Menurut anggota komisi hukum itu, bentrok sosial ini yang harus diantisipasi dan dipikirkan sejak dini. Perlu sosialisasi secara masif aturan ini sebelum diterapkan.

Jangan juga mepet jelang dua hari sebelum Ramadhan misalnya baru diumumkan. Jangan serampangan.

Komentar


VIDEO TERKINI