IPW: Teroris Turunkan Pasukan Perempuan, Ingin Tunjukkan Lemahnya Sistem Keamanan Mabes Polri

Kamis, 1 April 2021 17:29

Ketua Presidium Indonesia Police Watch (IPW), Neta S Pane.

FAJAR.CO.ID — Aksi serangan teroris yang dilakukan Zaskiah Aini di Mabes Polri pada Rabu (30/3) sore mengagetkan publik. Apalagi, aksi itu terjadi hanya tiga hari setelah aksi bom bunuh diri di Makassar.

Indonesia Police Watch (IPW) menilai, aksi itu menunjukan dua hal kepada publik. “Pertama, kelompok teroris kini punya pasukan khusus, pasukan ‘Inong baleh’,” kata Ketua Peresedium IPW Neta S Pane kepada Pojoksatu.id, Kamis (1/4/2021).

Itu sama seperti saat pasukan GAM disisir habis oleh Polri dan TNI di era konflik Aceh.

“Mereka mengedepankan pasukan perempuan atau “Inong baleh. Kelompok teroris ini sepertinya meniru apa yang dilakukan GAM,” jelasnya.

Di mana lanjut Neta, para teroris disisir habis oleh Polri, kini mereka menurunkan pasukan perempuan yang disebut “Inong baleh”.

“Setelah serangan di gereja di Makassar, pasukan ‘Inong baleh’ masuk ke jantung Polri dan melakukan serangan yang mengagetkan dari dalam komplek Mabes Polri,” terangnya.

Hal tersebut, kata Neta bahwa kelompok teroris menunjukkan kepada publik khususnya pemerintah bahwa keberadaan mereka ada.

Kedua, tambah Neta, bahwa bos teroris yang mengendalikan mereka ingin menunjukkan bahwa pasukan “Inong baleh” mereka lebih nekat.

Dengan kemampuan seadanya dan tanpa paham “medan pertempuran” pasukan “Inong baleh” teroris nekat melakukan serangan dari dalam Mabes Polri.

Komentar


VIDEO TERKINI