IPW: Teroris Turunkan Pasukan Perempuan, Ingin Tunjukkan Lemahnya Sistem Keamanan Mabes Polri

  • Bagikan

“Teroris ingin menunjukkan teori baru, serangan tidak dari luar tapi dari dalam,” jelas Neta.

Menurutnya, para teroris ingin menunjukkan ke publik bahwa inilah pertama kali dalam sejarah, Mabes Polri bisa diserang teroris dari dalam.

“Teroris ingin menunjukkan betapa lemahnya sistem keamanan Mabes Polri di era Kapolri Sigit,” tuturnya.

Di saat Polri sedang sibuk melakukan penggerebekan ke sarang teroris di berbagai tempat justru markas besarnya malah kebobolan dari dalam.

Ia menilai, baik serangan di Makassar maupun di Mabes Polri masih dalam tingkatan peringatan atau ujicoba bahwa akan ada serangan besar dilakukan bos teroris.

Untuk itu Polri harus segera mencari dan menangkap bos teroris itu.

“Bgaimana pun, baik serangan di Makassar maupun di Mabes Polri ada pihak mengendalikan dan tidak mungkin pelaku bekerja sendiri,” pungkas Neta.

Seperti diberitakan sebelumnya, Kapolri Jenderal Listyo Sigit mengatakan, Zakiah Aini melakukan tembakan kepada petugas sebanyak enam kali.

Dua kali ditembakkan kepada polisi di dalam pos, dua kali menembak polisi di luar serta dua kali kepada anggota polisi yang ada di belakangnya.

“Karena itu, polisi melakukan tindakan tegas terukur hingga tewas di tempat kejadian,” kata Kapolri di Mabes Polri, Jakarta, Rabu (23/3) malam.

Zakiah Aini diketahui masuk dari pintu belakang Bareskrim Polri menuju pos gerbang utama Mabes Polri.

  • Bagikan