Kasus Kredit Fiktif Bank Sulselbar Naik ke Tahap Sidik, Kerugian Ditaksir Rp25 Miliar

Kamis, 1 April 2021 18:01

Kasi Penerangan Hukum Kejati Sulsel, Idil

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR –- Kejakasaan Tinggi (Kejati) Sulsel kini telah menaikkan status kasus dugaan Tindak Pidana Korupsi dan Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU) terkait Pemberian Kredit Usaha Mandiri (KUM) dan Kredit Usaha Lainnya (KUL) secara fiktif Bank Sulselbar Cabang Utama Bulukumba menjadi tahap penyidikan. Pemberian kredit tersebut dimulai tahun 2016 sampai dengan 2021.

Kepala Seksi Penerangan Hukum (Kasipenkum) Kejati Sulsel, Idil mengatakan, mulai sekarang, Kamis 1 April 2021, penyidik Kejati Sulsel telah menaikkan dari tahap lidik ke sidik perkara TPPU, terkait KUM dan KUL secara fiktif Bank Sulselbar Cabang Utama Bulukumba. Penyelidikan telah dilakukan lebih kurang satu bulan.

Pengungkapan perkara tersebut merupakan hasil kerjasama antara Kejati Sulsel dengan pihak Bank Sulselbar. Penegakan hukum demi mewujudkan pelayanan prima yang berkualitas dan terpercaya Bank Sulselbar selaku Bank milik Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan.

“Dari hasil penyelidikan, melalui permintaan keterangan terhadap saksi fakta peristiwa dan kajian terhadap dokumen-dokumen kredit yang sudah peroleh. Penyidik telah menemukan bukti permulaan yang cukup adanya peristiwa Tindak Pidana Korupsi dan TPPU terkait Pemberian KUM dan KUL,” terang Idil.

Idil menyebutkan, dugaan fiktif bank Sulselbar Cabang Utama Bulukumba dari tahun 2016 hingga 2021, estimasi nilai kredit keseluruhan sebesar Rp25 miliar.

“Sudah banyak saksi yang telah diperiksa. Nanti kita akan rilis jika ada perkembangan. Yang pasti dugaan tidak pidana korupsi dan TPPU sudah ada, nanti kita infokan perkembangannya,” pungkasnya. (edo/fajar)

Komentar