Kebijakan Baru Mendikbud, Sekolah Sudah Bisa Gelar Pembelajaran Tatap Muka

Kamis, 1 April 2021 17:12

ilustrasi sekolah mulai dibuka

FAJAR.CO.ID, JAKARTA – Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Anwar Makarim menyatakan, bahwa pelaksanaan pembelajaran tatap muka (PTM) terbatas mulai dilakukan dari sekarang dan bukan pada Juli 2021.

“Harus saya koreksi, PTM terbatas ini tidak diterapkan Juli 2021, tapi diterapkan mulai sekarang. Targetnya, supaya semua sekolah sudah menerapkan tatap muka di bulan Juli 2021 ” kata Nadiem dalam diskusi daring di Jakarta, Kamis (1/4/2021).

Nadiem juga menekankan, bai guru dan tenaga kependidikan yang merasa sudah selesai divaksinasi diminta untuk segera memenuhi daftar periksa, dan wajib memberikan layanan PTM terbatas.

“Bagi sekolah yang gurunya sudah divaksin dan memenuhi check list tidak perlu menunggu Juli untuk PTM,” tegasnya.

“Sekolah wajib menyediakan PTM terbatas jika guru dan tenaga kependidikan telah divaksinasi. Entah itu nanti dilakukan PTM dua kali dalam seminggu, tiga kali dalam seminggu dengan sistem rotasi silahkan,” imbuhnya.

Kendati begitu, Nadiem mengingatkan, sekolah tidak boleh memaksa orang tua siswa untuk anaknya ikut PTM terbatas. Menurutnya, opsi untuk PTM terbatas tetap harus menghormati keputusan orang tua siswa jika mereka tidak mengizinkan anaknya untuk berangkat sekolah tatap muka.

“Orang tuanya masih bebas memilih anaknya mau ikut tatap muka atau tidak,” ujarnya.

Nadiem menyatakan, bahwa saat ini sejumlah persiapan sudah dan tengah terus dilakukan untuk PTM. Mulai dari akselerasi vaksinasi yang diprioritaskan untuk guru dan tenaga kependidikan, hingga relaksasi dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) untuk persiapan PTM.

Berdasarkan catataan Kemendikbud, hingga saat ini, baru sekitar 20 persen atau 22 persen dari total sekolah di Indonesia yang sudah mulai melakukan tatap muka terbatas sejak Januari 2021 lalu.

“Pemerintah melakukan akselerasi dengan mempercepat vaksinasi guru dan tenaga kependidikan dan juga fleksibilitas dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS),” punkasnya. (der/fin)

Bagikan berita ini:
9
5
2
Tetap terhubung dengan kami:

Komentar