Teroris Tembus Mabes Polri, Komisi III DPR: Ini Tantangan Perang Terbuka untuk NKRI

Kamis, 1 April 2021 20:05

Terduga teroris yang tertembak mati di Mabes Polri. (Screenshot)

FAJAR.CO.ID, JAKARTA – Aksi teror yang terjadi di Markas Besar Kepolisian Republik Indonesia (Mabes Polri) pada Rabu (31/3) sore dinilai simbol deklarasi atau tantangan terbuka para terduga teroris terhadap Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Wakil Ketua Komisi III DPR RI Ahmad Sahroni menyatakan, kejadian tersebut sudah tidak bisa dianggap remeh. Karena jelas para teroris ini tidak main-main dalam melakukan aksinya yang menyerang langsung Mabes Polri.

Dalam keterangan resminya, politisi Nasdem ini meminta kepolisian dan Badan Nasional Penanggulangan Teroris (BNPT) segera mengungkap, menelusuri, dan memusnahkan jaringan teroris di Indonesia sampai ke akar-akarnya.

“Melihat peristiwa hari ini dan beberapa kejadian ke belakang, jelas ini adalah simbol tantangan dan perang terbuka teroris untuk NKRI. Saya minta Polri dan BNPT segera membasmi secara tuntas jaringan teroris ini sampai sel-sel terkecil, aliansinya dan siapapun pendukungnya,” ujar Sahroni.

Sementara Ketua Komisi III DPR Herman Herry menilai dua kasus terorisme yang terjadi dalam seminggu menjadi sinyal darurat. Dua kasus tersebut, yaitu bom bunuh diri di depan Gereja Katedral pada Minggu (28/3) dan terkini seorang wanita yang menerobos masuk Mabes Polri sambil menodongkan pistol ke aparat kepolisian.

“Ini sinyal darurat. Sebab penangkapan yang dilakukan terhadap terduga teroris beberapa waktu belakangan ini ternyata belum efektif dalam membenam potensi aksi teror,” ujarnya, Rabu (31/3).

Komentar


VIDEO TERKINI