BBM Non Subsidi Naik, Edy Rahmayadi Saling Kontradiktif dengan Pertamina

Jumat, 2 April 2021 14:08

Gubernur Sumut, Edy Rahmayadi. Foto: sumutpos.co

FAJAR.CO.ID, SUMUT -Kabar kurang mengenakkan harus diterima warga Sumatera Utara (Sumut) di tengah masa pandemi Covid-19. Dimana, harga bahan bakar minyak (BBM) non subsidi wilayah Sumut mengalami kenaikkan, mulai Kamis (1/4/2021).

Adapun perubahan harga tersebut rata-rata naik seharga Rp200, yaitu ; Pertalite dari Rp7.650 menjadi Rp7.850; Pertamax dari Rp9.000 menjadi Rp9.200; Pertamax turbo dari Rp9.850 menjadi Rp10.050; Pertamina dex dari Rp10.200 menjadi Rp 10.450; Dexlite Rp9.500 menjadi Rp9.700, serta solar non Public Service Obligation (PSO) dari Rp9.400 menjadi Rp9.600.

PT Pertamina beralasan kebijakan tersebut lantaran merujuk pada Peraturan Gubernur Sumut Nomor 1 Tahun 2021 tentang Petunjuk Pelaksanaan Pajak Bahan Bakar Kendaraan Bermotor (PBBKB).

Unit Manager Communication, Relations, dan CSR Regional Sumatera Bagian Utara (Sumbagut), Taufikuracman menyebut terdapat perubahan tarif PBBKB khusus bahan bakar non subsidi menjadi 7,5 persen di wilayah Sumut.

Sedangkan untuk tarif PBBKB Jenis BBM Khusus Penugasan (JBKP) seperti premium dan Jenis BBM Tertentu (JBT) seperti bio solar tidak mengalami perubahan.

“Mengacu pada perubahan tarif PBBKB yang ditetapkan oleh Pemerintah Provinsi Sumatera Utara, sesuai dengan surat edaran Seketaris Daerah Provinsi Sumut, per tanggal 01 April 2021, Pertamina melakukan penyesuaian harga khusus untuk BBM non subsidi di seluruh wilayah Sumut,” jelas Taufikurachman melalui keterangan resmi tertulisnya, Kamis (1/4/2021).

Bagikan berita ini:
10
7
10
Tetap terhubung dengan kami:

Komentar