Setop Kasus BLBI Sjamsul Nursalim, Supriansa: Keputusan KPK Sesuai Koridor Undang-undang

Jumat, 2 April 2021 13:38

Bukan keputusan sepihak atau tanpa dasar yang diambil KPK dalam menghentikan penyidikan suatu perkara. Legislator asal Sulawesi Selatan itu meyakini keputusan KPK telah melalui kajian dan analisa mendalam.

“Saya yakin KPK sudah melakukan kajian secara mendalam atas sebuah kasus sebelum mengeluarkan SP3. Dalam hal ini KPK hanya menjalankan sebuah UU,” tekannya.

Diberitakan, Surat Perintah Penghentian Penyidikan (SP3) diterbitkan atas nama tersangka sekaligus Obligor BLBI Sjamsul Nursalim (SN) dan istrinya, Itjih Nursalim (ISN).

Wakil Ketua KPK Alexander Marwata menyatakan, alasan KPK mengentikan penyidikan lantaran tidak terpenuhinya unsur perbuatan penyelenggara negara dalam perkara tersebut sesuai ketentuan Pasal 11 UU KPK.

Kasus ini bermula ketika KPK melakukan penyidikan atas dugaan korupsi SKL BLBI kepada Sjamsul Nursalim selaku Pemegang Saham Pengendali Bank Dagang Nasional Indonesia (PSP BDNI).

Kepala Badan Penyehatan Perbankan Nasional (BPPN) Syafruddin Arsyad Temenggung (SAT) ditetapkan sebagai tersangka.

Berdasarkan ketentuan Pasal 11 UU KPK, kata Alex, maka KPK berkesimpulan syarat adanya perbuatan penyelenggara negara dalam perkara Sjamsul dan Itjih tidak terpenuhi. Sebab, keduanya disangkakan sebagai pihak yang melakukan perbuatan bersama-sama dengan Syafruddin.

“Sedangkan tersangka SN dan ISN berkapasitas sebagai orang yang turut serta melakukan perbuatan bersama-sama dengan SAT selaku penyelenggara negara, maka KPK memutuskan untuk menghentikan penyidikan perkara atas nama tersangka SN dan ISN tersebut,” imbuh Alexander Marwata. (endra/fajar)

Komentar