Anggaran Pemulihan Ekonomi Naik Bantuan Sosial Tunai Malah Dihapus

Sabtu, 3 April 2021 08:58

FOTO: FAJAR INDONESIA NETOWRK.

FAJAR.CO.ID, JAKARTA – Dihapuskannya bantuan sosial tunai dinilai sangat ironis. Terlebih, pemerintah justru meningkatkan anggaran Program Pemulihan Ekonomi Nasional hampir sebesar Rp300 triliun.

Dan sekalipun covid-19 belum melandai dan kondisi ekonomi yg sulit, Pemerintah malah merencanakan peletakan batu pertama pembangunan Ibu Kota Negara baru.

Anggota DPR RI Komisi VIII Hidayat Nur Wahid lewat keterangan resminya, Jumat (2/4) mengatakan, belum lagi suntikan bantuan ke Asuransi Jiwasraya hingga Rp20 triliun. Sekalipun asurasi tersebut kolaps akibat korupsi, sertanilai penanaman modal dan penempatan dana oleh APBN kepada BUMN yang mencapai Rp125 triliun.

Padahal BUMN seharusnya meningkatkan pendapatan negara bukan justru menghabiskan APBN. Berbagai kondisi ini menunjukkan adanya ketersediaan anggaran.

“Menteri Sosial seharusnya punya daya juang dan memaksimalkan kemampuan ‘blusukan’ nya untuk membela Rakyat sesuai dengan prinsip yang selalu digaungkan Presiden Jokowi: Keselamatan Rakyat adalah Hukum Tertinggi”, ujarnya.

Dengan demikian Kemensos selayaknya melanjutkan program bantuan sosial tunai yang masih diperlukan oleh masyarakat, syukur-syukur kalau bisa meningkatkan anggaran perlindungan sosial.

Namun justru Mensos malah mengagetkan publik dengan malah kembali ‘nrimo’ mengumumkan menghentikan program bantuan sosial tunai untuk Rakyat, tanpa membahasnya dengan DPR. Sekalipun masih membuka ruang pengecualian untuk bantuan melalui BPNT dalam bentuk non tunai, yang dikhawatirkan justru akan mengulangi kasus korupsi seperti yang terjadi dengan Mensos sebelumnya.

Bagikan berita ini:
2
10
9
Tetap terhubung dengan kami:

Komentar