Kontroversi Gelar “Andi” di Sulawesi Selatan

Sabtu, 3 April 2021 20:57

Ambo Upe (IST)

FAJAR.CO.ID — Penggunaan gelar “Andi” di Sulawesi Selatan hingga saat ini masih menjadi hal yang sering diperdebatkan.

Pasalnya, ada yang mengatakan bahwa gelar “Andi” merupakan pemberian Belanda yang pada saat itu datang menjajah. Ada pula yang berkata sebaliknya.

Salah seorang Putra Bugis, Nor Sidin Ambo Upe (41), yang telah melahirkan karya fenomenal, termasuk tentang sistem penanggalan masyarakat Sulawesi Selatan berdasarkan naskah lontara, Bilang Taung, ikut membantah keyakinan gelar Andi merupakan pemberian Belanda.

Menurutnya, sangat mudah sekali untuk membantah pendapat yang beredar tersebut. Apalagi selama ini yang menjadi salah satu bukti kuat gagasan tersebut adalah buku Andi Mattalatta yang berjudul “Meniti Siri dan Harga Diri: Catatan dan Kenangan”.

Ia menjelaskan bahwa dalam buku itu, Andi Mattalatta tidak pernah mengatakan bahwa gelar “Andi” merupakan pemberian Belanda.

“Tidak ada dalam bukunya (Andi Mattalatta, red), kenapa orang memakai buku beliau menjadikan alasan bahwa gelar Andi itu pemberian Belanda. Kita coba buka buku itu secara spesifik, tidak ada,” ungkap Ambo Upe dalam channel youtube-nya yang dikutip fajar.co.id, Sabtu (3/4/2021).

Dalam buku Andi Mattalatta itu, juga mengulas penjelasan dari Ince Nurdin, tokoh bangsawan di Makassar dan mantan guru OSVIA (Opleiding School Voor Inlandsche Ambtenaren) mengungkapkan bahwa gelar “Andi” pertama kali diperkenalkan oleh B.F. Matthes yang diberikan kepada kaum bangsawan yang tergabung dalam Departemen Pendidikan dan Kebudayaan.

Komentar


VIDEO TERKINI