Setahun Pembelajaran Jarak Jauh, Ini Dampaknya Bagi Perkembangan Anak

Sabtu, 3 April 2021 16:55

Ilustrasi: Empat anak SD saat menjalani MPLS, Senin (13/7). ((Puput Yusda Apriliana for Jawa Pos))

FAJAR.CO.ID, JAKARTA – Anggota Komisi X DPR RI Fahmy Alaydroes mengatakan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) selama setahun ini mengalami beberapa kendala.

“Banyak tantangan dan masalah yang muncul, terutama dalam kaitannya dengan tumbuh kembang siswa (anak),” kata Fahmy lewat keterangan resminya, Sabtu (3/4).

Dari hasil evaluasi, lanjut Fahmy, PJJ berpotensi menimbulkan dampak sosial negatif yang berkepanjangan.

“Meningkatnya risiko putus sekolah pada siswa dan angka penurunan capaian belajar menjadi faktor utama kekhawatiran pemerintah,” terangnya.

Dampak psikologis PJJ yang berkepanjangan, imbuhnya, sudah pernah dilakukan penelitian oleh Fakultas Psikologi Universitas Padjadjaran, Bandung bulan Juni tahun lalu.

“Sebanyak 19,6 persen dari siswa (responden) mengaku cemas dan khawatir, 12,5 persen merasa bosan, 9 persen merasa akan kehilangan kemampuan penguasaan materi, dan 8,3 perse merasa akan butuh liburan jika pelaksanaan pembelajaran jarak jauh (PJJ) diperpanjang,” paparnya.

Sementara itu, lanjut Fahmy, Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) mencatat adanya kenaikan angka anak putus sekolah dan pernikahan dini imbas dari pelaksanaan PJJ yang berkepanjangan.

Pemerintah (Kemendikbud, Kemenkes, Kemenag, Kemendagri), tambah Fahmy, harus bahu membahu mengawal dan memastikan bahwa Pembelajaran Tatap Muka Juli mendatang dapat berjalan aman, sehat dan efektif. (fin/fajar)

Bagikan berita ini:
9
8
3
Tetap terhubung dengan kami:

Komentar