Benteng Balangnipa, Sepenggal Sejarah Kerajaan Tellu Limppo’e Melawan Agresi Belanda

Minggu, 4 April 2021 12:18

Benteng Balangnipa (INSTAGRAM)

FAJAR.CO.ID, SINJAI — Makassar punya Benteng Rotterdam dan Somba Opu. Di kabupaten Sinjai juga memiliki bangunan serupa yang tak kalah historisnya. Sebuah benteng peninggalan perang.

Namanya Benteng Balangnipa yang merupakan salah satu benteng terbesar di Sulawesi Selatan, dan menjadi bukti sejarah dan rekam jejak masa lalu.

Kemegahan dan kekokohan Benteng Balangnipa dimulai sejak awal abad XVI sekitar tahun 1557 dari persetujuan tiga kerajaan yakni Lamatti, Tondong, Bulo-bulo, yang umumnya dikenal dengan nama Kerajaan Tellu Limppo’e.

Pada awal pembangunannya bangunan berbentuk segi empat ini hanya terbuat dari batu Gunung yang ditempel dengan lumpur dari Sungai Tangka.

Bentuk dan struktur bangunan Benteng yang menghadap ke utara dimana melintang Sungai Tangka yang bermuara antara Teluk Bone dengan pusat Kota Sinjai.

Pada akhirnya benteng ini pun turut merasakan dentuman meriam penjajah Belanda dalam sejarah perjuangan terbesar yang dikenal dengan nama Rumpa’na Mangngara Bombang yang terjadi pada tahun 1859-1961.

Karena kekuatan dan peralatan perang Kerajaan Tellulimpoe tidak sebanding dengan yang dimiliki oleh Belanda, Benteng Balangnipa akhirnya berhasil direbut oleh pasukan Belanda.

Jika berkunjung ke tempat ini pengunjung bisa mendapatkan gambaran tentang sejarah kedatangan Belanda di Sulawesi Selatan.

Terlebih lagi beberapa bukti sejarah yang masih tersimpan seperti meriam, peralatan makan, gudang penyimpanan senjata, atau ruang para prajurit menjadi daya tarik yang jarang bisa ditemukan di tempat lain.

Komentar


VIDEO TERKINI