Tak hanya Warga, Koordinator Keamanan Kompleks Ikut Kaget saat W dan H Ditangkap Densus 88

Minggu, 4 April 2021 21:19

Tim Densus 88 menggerebek sebuah rumah di Kampung Limbangan, Desa Cibodas, Kecamatan Bojonggenteng, Kabupaten Sukabumi, ...

FAJAR.CO.ID, GOWA – Penangkapan Densus 88 terhadap dua orang terduga teroris di Desa Bontoala, Kecamatan Pallangga, Kabupaten Gowa tak hanya mengagetkan warga.

Aparat keamanan di salah satu kompleks perumahan di desa itu juga kaget dan baru sadar, bahwa dua tetangganya, W dan H menjadi target operasi Densus 88, pada Sabtu pagi (3/4/2021) kemarin.

Seperti Basri. Dia merupakan koordinator keamanan kompleks tersebut. Ia juga tak sadar bahwa W dan H diduga terlibat dalam kelompok Jemaah Asharut Daurah (JAD), yang berafiliasi dengan ISIS.

“Kagetlah waktu dia ditangkap. Saya selaku koordinator keamanan,” katanya kepada wartawan, Minggu (4/3/2021).

Tiga tahun W dan H tinggal dalam satu rumah di salah satu kompleks di sana, Basri mengaku sama sekali tak pernah menaruh rasa curiga dengan dua orang tersebut.

Apalagi, kata dia, W dan H adalah orang yang sosialis. Jangankan bergaul dengan masyarakat, aktivitas salat dan kegiatan keagamaannya tak ada yang mengarah pada tindak pidana teroris.

“Kalau ada kerja bakti, dia ikut. Dia juga biasa bayar sampah dan uang pos ronda. Orangnya baik kok. Tiba-tiba jadi begini. Warga juga kaget. Saya saja aparat keamanan kaget sampai cari tahu saat ada pak Kanit (kepala unit, polisi) akhirnya saya dijelaskan,” katanya.

Cara berpakaian dua terduga teroris itu pun tampak tak ada yang mencurigakan. Semua seperti pada umat Islam pada umumnya.

Komentar


VIDEO TERKINI