Menangkap Peluang Ekspor Pertanian, Kementan Giatkan Strategi Gratieks

Senin, 5 April 2021 16:36

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR– Karantina Pertanian Makassar menggelar Focus Group Discussion (FGD) dengan mengundang instansi terkait di lingkup Provinsi Sulawesi Selatan, para eksportir serta UPT di lingkup badan karantina pertanian.

FGD tersebut dibuka oleh PLT Gubernur Sulawesi Selatan Andi Sudirman Sulaiman didampingi oleh Kepala Badan Karantina Ali Djamil, Kepala Pusat Karantina Tumbuhan dan Keamanan Hayati Nabati, A.M. Adnan serta PLT Kepala Karantina Pertanian Makassar Musyaffak Fauzi ini diadakan di Hotel Claro Makassar, Senin (05/04).

PLT Kepala Karantina Pertanian Makassar, Musyaffak Fauzi menyampaikan FGD dilakukan dengan melihat kondisi ekspor di Sulawesi selatan yang tengah menurun di era pandemi global yang menyerang seluruh dunia serta adanya hambatan teknis komoditas ekspor pertanian.

Menurut data ekspor yang dilakukan melalui wilayah layanan Karantina Pertanian Makassar sepanjang tahun 2020 terjadi penurunan dibandingkan dengan ekspor pada tahun 2019.

Penurunan tersebut tidak hanya pada frekuensi ekspor dimana pada tahun 2019 terjadi 1.593 kali ekspor sementara di tahun 2020 hanya terjadi 1.511 kali ekspor.

“Penurunan yang tidak signifikan ini juga berdampak pada nilai ekspor di tahun 2020 yang turut menurun dibanding dengan nilai ekspor di tahun 2019,” terang Musyaffak.

Walaupun terjadi penurunan frekuensi ekspor di tahun 2020, namun komoditas porang, jagung, cabe dan kelapa justru mengalami peningkatan ekspor yang cukup pesat, hal tersebut berbanding terbalik dengan komoditas talas yang mengalami penurunan yang cukup signifikan.

Komentar