Terjerat 3 Kasus, Djoko Tjandra Bakal Jalani Pidana 9 Tahun

  • Bagikan

FAJAR.CO.ID, JAKARTA -- Djoko Tjandra akan menjalani pidana 9 tahun penjara dalam kasus yang berbeda. Ia diketahui terjerat dalam tiga kasus.

“Pak Djoko kan jadi terpidana kasus cessie Bank Bali 2 tahun, kemarin putusan 2,5 tahun pemalsuan (surat jalan palsu) di PN Jakarta Timur, dan 4,5 tahun terkait suap (kasus suap pengurusan fatwa MA dan red notice interpol Polri). Jadi ada tiga perkara,” kata kuasa hukum Djoko Tjandra, Soesilo Aribowo ditemui di Pengadilan Negeri Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta, Senin (5/4).

Terkait vonis 2 tahun dan 6 bulan penjara dalam kasus surat jalan palsu, Soesilo mengakui saat ini pihaknya tengah mengajukan upaya hukum kasasi ke Mahkamah Agung (MA). Djoko bersama tim kuasa hukumnya, tidak mengajukan upaya hukum banding ke Pengadilan Tinggi DKI Jakarta, tetapi justru langsung mengajukan kasasi ke MA.

“Upaya kasasi karena putusan 2,5 tahun,” ujar Soesilo.

Dia tak memungkiri, kliennya akan menjalani hukuman secara akumulatif selama 9 tahun penjara. Menurutnya, pidana itu cukup berat mengingat umur bos Mulia Group itu sudah berusia lanjut.

“Tentu ini akan dikumulatif dan ini sangat berat untuk Pak Djoko, karena usia sudah 70-an,” cetus Soesilo.

Sebelumnya, Djoko Tjandra baru saja divonis 4 tahun 6 bulan penjara oleh Majelis Hakim Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta pada Pengadilan Negeri Jakarta Pusat. Dia juga dijatuhkan hukuman berupa denda senilai Rp 100 juta subsider enam bulan kurungan.

“Menyatakan terdakwa Joko Soegiarto Tjandra terbukti secata sah dan meyakinkan bersalah melakukan korupsi secara bersama-sama. Menjatuhkan pidana oleh karena itu kepada terdakwa dengan pidana penjara selama empat tahun dan enam bulan, pidana denda Rp 100 juta subsider enam bulan kurungan,” kata Ketua Majelis Hakim, Muhammad Damis di PN Tipikor Jakarta, Senin (5/4).

Dapatkan berita terupdate dari FAJAR di:
  • Bagikan