Empat Sektor Ekonomi Paling Terdampak dari Kebijakan Larangan Mudik Lebaran

Selasa, 6 April 2021 09:31

ILUSTRASI

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR — Pemerintah resmi menetapkan kebijakan larangan mudik bagi masyarakat dalam perayaan Lebaran atau Hari Raya Idul Fitri tahun ini. Keputusan tersebut diambil berdasarkan pertimbangan risiko penularan Covid-19 yang disinyalir akan tinggi pasca libur panjang.

Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy mengimbau kepada masyarakat untuk tidak melakukan pergerakan atau kegiatan-kegiatan yang keluar daerah sepanjang kecuali betul-betul dalam keadaan mendesak dan perlu.

Padahal mudik lebaran sejatinya dapat dijadikan satu momen yang sangat penting dimana setiap wilayah di seluruh Indonesia mendapatkan income dan memicu berbagai aspek kegairahan perekonomian lainnya.

Pengamat ekonomi dari Universitas Muhammadiyah Makassar, Abdul Muthalib menjelaskan, berdasarkan hasil penelitian Bambang B. Soebyakto dari Fakultas Ekonomi Universitas Sriwijaya, lewat Jurnal Ekonomi Pembangunan menyebutkan dari data yang diperoleh tim investigasi Dompet Dhuafa pada mudik lebaran tahun 2010 saja terjadi perputaran uang sebesar Rp 84,9 triliun untuk sebuah ritual singkat pada masa itu.

“Pemerintah resmi melarang mudik lebaran 2021 yang jatuh pada 6-17 Mei 2021. Keputusan diambil dengan mempertimbangkan risiko penularan Covid-19. Menurut penilaian saya larangan mudik pada momentum Idul Fitri 2021 tidak cukup berpengaruh signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi,” papar Abdul Muthalib kepada fajar.co.id, Selasa (6/4/2021).

Salah satu dampak ekonominya adalah terjadi penurunan terhadap uang yang beredar dari kota ke daerah (kampung). Pengaruhnya ke ekonomi diprediksi cukup signifikan karena putaran uang melalui pemindahan uang dari kota ke kampung tersendak.

Komentar


VIDEO TERKINI