Larang Beritakan Arogansi Aparat, Mohammad Nuh: Kalau Melakukan Kekerasan Ya Harus Disampaikan

Selasa, 6 April 2021 17:26

Ketua Dewan Pers, Mohammad Nuh.

FAJAR.CO.ID, JAKARTA — Ketua Dewan Pers Mohammad Nuh mengatakan, polisi diharapkan jangan bertindak anarkis jika tidak ingin disebut aparat yang arogan. Pernyataan itu, terkait telegram Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo yang melarang media menyiarkan tindakan kekerasan dan arogasi aparat kepolisian di publik.

“Kalau ingin tidak disampaikan kekerasan, ada arogansi, ya jangan lakukan kekerasan dan arogansi,” ujar Nuh kepada wartawan, Selasa (6/4).

Nuh juga menambahkan, media juga dilarang untuk membuat berita-berita hoaks kalau memang nyatanya tidak ada kekerasan yang dilakukan oleh polisi.

“Nah kalau tidak ada kekerasan, tapi media beritakan kan itu medianya yang salah, medianya dihukum,” katanya.

Menurut Nuh, jika polisi melakukan kekerasan perlu disampaikan oleh media ke publik. Namun ada batas-batasannya sesuai dengan Kode Etik Jurnalistik.

“Kalau melakukan kekerasan ya harus disampaikan. Tapi tetap pakai Kode Etik Jurnalistik,” ungkapnya.

Diketahui, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo mengarahkan pemberitaan media tentang kinerja Polri agar menampilkan tindakan-tindakan aparat yang tegas namun humanis. Kapolri melarang media menampilkan aksi polisi yang menampilkan kekerasan.

Arahan tersebut tertuang dalam surat telegram Kapolri tertanggal 5 april 2020. Surat ditujukan kepada para Kapolda dan Bidang Kehumasan Polri di tiap wilayah.

“Diimbau untuk menayangkan kegiatan kepolisian yang tegas namun humanis,” tulis Listyo dalam telegram tersebut dan dikutip pada Selasa (6/4).

Komentar


VIDEO TERKINI