Singapura Surganya Buronan Koruptor, KPK: Agak Repot

Selasa, 6 April 2021 22:03

Suasana Singapura. (int)

FAJAR.CO.ID, JAKARTA – Deputi Penindakan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Karyoto menyebut Singapura adalah surganya para buronan kasus tindak pidana korupsi.

Pasalnya, kata dia, Negeri Singa itu merupakan satu-satunya negara yang tidak menandatangani perjanjian ekstradisi dengan Indonesia.

“Dan kita tahu bahwa satu-satunya negara yang tidak menandatangani ekstradisi yang berkaitan dengan korupsi adalah Singapura, itu surganya koruptor yang paling dekat adalah Singapura,” kata Karyoto di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Selasa (6/4).

Ia menuturkan, langkah menangkap buronan korupsi yang menetap serta mendapat permanent resident (izin tinggal tetap) di Singapura bukan perkara mudah.

“Begini, kalau yang namanya pencarian dan kemudian dia berada di luar negeri apalagi di Singapura, secara hubungan antarnegara memang di Singapura nih kalau orang yang sudah dapat permanent resident dan lain-lain agak repot, sekalipun dia udah ditetapkan tersangka,” jelasnya.

Pernyataan Karyoto bukan tanpa sebab. Tercatat, ada beberapa buronan kasus korupsi yang tinggal di Singapura dan hingga kini belum ditangkap.

Seperti di kasus Bantuan Likuiditas Bank Indonesia (BLBI), sebelum di-SP3, KPK kesulitan menangkap Sjamsul Nursalim dan Itjih Nursalim yang diketahui memegang izin tinggal tetap (permanent resident) di Singapura.

KPK beberapa kali mengirimkan surat panggilan ke kediaman Sjamsul di Singapura. Namun, Sjamsul tak pernah memenuhi panggilan itu.

Bagikan berita ini:
7
4
4
Tetap terhubung dengan kami:

Komentar