Tuai Polemik, Surat Telegram Kapolri Soal Larangan Siarkan Sikap Arogansi Polisi di Media Massa Akhirnya Dicabut

Selasa, 6 April 2021 18:42

Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo melarang media massa untuk menyiarkan ulah polisi yang berbuat arogan. Larangan it...

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR – Surat edaran dari Kapolri Jenderal Listyo Sigit, soal larangan menyiarkan tindakan arogansi aparat kepolisian saat bertugas akhirnya dicabut.

Surat edaran yang dicabut itu diketahui bernomor ST/750/IV/HUM.3.4.5/2021, yang ditandatangi oleh Kadiv Humas Mabes Polri, Irjen Pol Raden Prabowo Argo tanggal 6 Maret 2021.

Surat tersebut akhirnya dicabut atau dibatalkan, berdasarkan Surat Telegram ST/759/IV/HUM.3.4.5/2021, yang baru-baru ini dilkeluarkan.

Sebelumnya beredar, Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo melarang media massa untuk menyiarkan ulah polisi yang berbuat arogan. Larangan itu merujuk pada Surat Telegram nomor ST/750/IV/HUM.3.4.5./2021.

Dalam poin-poinnya, Kapolri meminta media tidak menyiarkan tindakan kepolisian yang menampilkan arogansi dan kekerasan.

“Media dilarang menyiarkan upaya/tindakan kepolisian yang menampilkan arogansi dan kekerasan. Kemudian diimbau untuk menayangkan kegiatan kepolisian yang tegas namun humanis,” tulis Listyo dalam poin pertama telegram tersebut yang dikutip,

Tak hanya itu, Kapolri juga meminta agar rekaman proses interogasi kepolisian dalam penyidikan terhadap tersangka tidak disediakan. Termasuk, tidak ditayangkan secara terperinci rekonstruksi yang dilakukan kepolisian.

Beberapa poin lainnya, seperti tidak menayangkan reka ulang pemerkosaan atau kejahatan seksual. Lalu, menyamarkan gambar wajah dan identitas korban serta keluarga kejahatan seksual, serta para pelaku.

Media juga dilarang menayangkan secara eksplisit dan rinci mengenai adegan bunuh diri serta identitas pelaku. Serta tidak menayangkan tawuran atau perkelahian secara detail dan berulang-ulang.

Komentar


VIDEO TERKINI