Badai Seroja di NTT dan NTB, Tewaskan 117 Orang

Rabu, 7 April 2021 14:21

AKSES HANCUR: Dua biarawati melintasi rumah yang rusak berat setelah banjir bandang menghantam Lembata, NTT, kemarin (RI...

Pemenuhan kebutuhan logistik, sanitasi, dan lainnya bagi para pengungsi juga harus diperhatikan dengan baik. Sejak hari pertama bencana di NTT dan NTB, pemerintah memang telah mengirimkan sejumlah bantuan. Namun, cuaca ekstrem dan terputusnya akses penghubung mengakibatkan bantuan tersebut belum sepenuhnya sampai di titik lokasi.

’’Saya minta BNPB dan pemerintah daerah segera mendata titik-titik pengungsian serta memastikan logistik, tenda, dan dapur lapangannya (sampai) untuk memenuhi kebutuhan dasar bagi para pengungsi,’’ tuturnya.

Staf ahli menteri PUPR Bidang Teknologi, Industri, dan Lingkungan Endra Saleh Atmawidjaja mengungkapkan bahwa Kementerian PUPR terus berupaya memobilisasi alat-alat berat dan personel di beberapa balai pekerjaan umum di sekitar NTB dan NTT.

”Kami juga didukung oleh mitra kerja yang sedang bekerja di proyek-proyek infrastruktur terdekat,” ucapnya.

Beberapa kerusakan infrastruktur yang tercatat, antara lain, pergeseran pada armour blok beton bangunan pengaman Pantai Namosain, longsornya tembok penahan tanah sepanjang 50 meter di Bendungan Manikin, kerusakan tanggul pengendali banjir Sungai Malibaka sepanjang 80 meter, dan longsor 30 meter pada sandaran kiri Bendungan Rotiklot.

Pada infrastruktur jalan dan jembatan, salah satu jalan yang rusak adalah ruas batas Kabupaten Manggarai–Gako sepanjang 50 meter. Jembatan yang terputus, antara lain, Kambaniru, Talimetan, dan Harekaen Kaputu. Longsoran pada badan jalan terjadi di Km 35–batas Kota Waingapu.

Komentar